Kenalkan Kue Batik Jember

INOVATIF: Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Jember mencoba mengenalkan inovasi kue batik kepada UMKM Jember.

RADAR JEMBER.ID – Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Yakni, produk pasar global masuk ke Indonesia, sehingga menuntut semua pelaku industri memikirkan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Salah satunya yang cukup berkembang pesat di Indonesia adalah bisnis kuliner.

IKLAN

Secara potensial, Jember merupakan kota bisnis kuliner yang cukup digandrungi penduduk lokal maupun pendatang. Adanya peluang tersebut membuat tim pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember bekerja sama Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti mencoba untuk melakukan inovasi dan rehabilitasi kepada UMKM di Jember.

Produk unggulan yang dikenalkan adalah kue batik, sebuah inovasi sebagai bentuk pengembangan industri ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal Jember. Terdapat dua mitra usaha yang bergerak di bidang cake ini, yakni Rumah Kue Jember yang berada di Jalan Sriwijaya, Karangrejo, dan Kue Nafita yang berada di Jalan Karimata, Sumbersari, dengan tim pelaksana dari Universitas Muhammadiyah Jember, yakni Astrid Maharani SE M. Akun dan Seno Sumowo SE MM.

Salah satu tahapan yang dilakukan tim pelaksana adalah memberikan pengetahuan mengenai inovasi dalam produk UMKM tersebut. Yakni dengan melakukan pelatihan membatik di media kue bolu dan cake tape. Pelatihan dihadiri sepuluh peserta dari Rumah Kue Jember serta Kue Nafita, dan berlangsung selama 4 jam.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UMKM dapat semakin berkembang berkat inovasi motif batik Jember. Selain membekali UMKM dengan keterampilan membuat motif batik Jember di media kue, kami juga membekali UMKM untuk peningkatan segi operasional dengan pemberian mesin, peningkatan segi pemasaran dengan offline dan online (daring), serta peningkatan dari segi akuntansi dengan perhitungan HPP dan pembuatan laporan keuangan berbasis SAK EMKM,” terang Astrid Maharani selaku ketua tim pelaksana.

Dengan adanya beberapa usaha tersebut, lanjutnya, diharapkan mitra usaha dapat semakin berkembang dan dapat menjadi ikon oleh-oleh khas Jember. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat tersebut juga mengikutsertakan lima mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen sebagai wujud implementasi penerapan ilmu yang didapat di bangku kuliah dalam membantu mengatasi masalah yang dihadapi mitra usaha. (*)

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti