Tokoh Apresiasi TNI-Polri

NUZULUL QURAN: Forpimda menggelar peringatan Nuzulul Quran di pendapa Bupati Bondowoso. Forpimda mengajak masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Beberapa hari ini, tugas TNI dan Polri sangat berat. Mereka harus menjaga situasi negara tetap kondusif. Upaya TNI-Polri di Jakarta itu mendapat apresiasi dari Forpimda Bondowoso. Hal itu muncul saat peringatan Nuzulul Quran di Pendapa Bupati, Kamis malam kemarin (23/5).

IKLAN

Salah satu apresiasi datang dari Ketua MUI Bondowoso KH Asyari Fasha. Menurut dia, TNI dan Polri adalah petugas keamanan negara yang bertugas melindungi negara. Tugas mereka adalah kewajiban. Karena mengamankan keberadaan negara. “MUI (di Bondowoso, Red), sudah melaksanakan kesepakatan bersama dengan NU, Muhammadiyyah, Al Khoiriyyah, GMI dan FKUB, sudah mengeluarkan pernyataan pasca Pemilu. Bagaimanapun masyarakat harus menunggu keputusan KPU,” terangnya.

Masyarakat diimbau untuk menerima keputusan KPU. Sebab, itu adalah lembaga resmi yang memutuskan KPU. Sedangkan ketika ada masyarakat yang ke Jakarta melakukan demo, sedangkan tujuannya menentang pemerintah, maka termasuk dalam bughot. Artinya adalah orang yang keluar dari ketaatan imam. “Itu bukan jihad kalau menentang keputusan pemerintah. Jelas itu dari pandangan agama dan pandangan pemerintah,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Bupati KH Salwa Arifin. Pihaknya mengaku prihatin atas kericuhan yang terjadi di Jakarta. Di samping itu, pihaknya sangat bersyukur Bondowoso aman dan damai. “Keamanan di Bondowoso ini berkat kerja sama TNI-Polri. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso dan Bapak Dandim 0822 Bondowoso. Tanpa ada keamanan, program apa pun dalam suatu pemerintahan tidak akan berjalan,” kata bupati.

Lebih jauh, bupati mengungkapkan, saat ini banyak yang mengerti Alquran, namun tidak dijadikan pedoman menyeluruh. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk menjalani hidup dengan pedoman Alquran. Penerjemahannya mengikuti para kiai yang diberi kemampuan lebih yang bisa menjadi panutan. “Sekarang banyak kekerasan berkedok Alquran, fitnah bekedok Alquran. Karenanya, masyarakat harus selalu tabayun kepada kiai, kepada alim ulama, ketika menerjemahkan suatu kejadian,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Febriansyah mengapresiasi Forpimda Bondowoso yang terus menggelorakan perdamaian. Baik Kodim 0822, bupati, maupun masyarakatnya. Hal itu terbukti dengan Bondowoso yang aman, tertib, dan kondusif. “Ini berkat doa para kiai, pada hadirin semua, sehingga bisa seperti ini. Alhamdulillah hanya beberapa gelintir orang yang tidak menyukai dengan adanya perbuatan ataupun apa yang dilakukan TNI dan Polri saat ini,” tegasnya.

Dijelaskannya, dengan adanya kejadian yang sempat membuat rusuh demonstran Jakarta, tidak menutup kemungkinan kepolisian diserang dan disudutkan. Misalnya dengan adanya para perusuh yang meninggal dan sebagainya. Padahal, kenyataannya saat kejadian, ada pihak-pihak yang menunggangi sehingga terjadi konflik seperti itu.

“Awalnya berjalan lancar. Buka puasa bersama sampai salat Tarawih bersama. Rakyat dapat dikondisikan. Namun, tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengatasnamakan pendemo. Padahal bukan. Sehingga terjadilah gesekan antara pendemo dengan polisi,” tegasnya. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto