Waspada Korona, Polisi Bubarkan Kesenian Jaranan

BUBARKAN PAKSA: Polisi naik ke atas panggung kesenian Jaranan yang digelar salah seorang warga di Desa Andongrejo, Tempurejo. Aparat membubarkan paksa demi mencegah penyebaran virus korona.

TEMPUREJO.RADARJEMBER.ID- Cepatnya penularan virus korona atau Covid-19 yang menjangkiti masyarakat Indonesia, membuat pemerintah melakukan sejumlah kebijakan baru. Bahkan Kapolri Jenderal Idham Azis, mengeluarkan maklumat agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak. Maklumat Kapolri itu bernomor Mak/2/III/2020.

IKLAN

Namun ternyata, masih saja ada sebagian masyarakat yang tak mengindahkan maklumat itu. Terbukti, ada warga yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, Jawa Timur yang nekat menggelar hiburan kesenian Jaranan atau Kuda Lumping, Rabu (25/3) siang.

Acara itu dihadiri sekitar seribu orang. Banyak pedagang yang membuka warung dan penjual dadakan di sekitar lokasi. Bahkan ada juga penjual yang sampai memasang tenda.

Pihak kepolisian yang mengetahui acara itu segera bertindak. Kapolsek Tempurejo AKP M Suhartanto, datang dan langsung naik ke atas panggung membubarkan acara itu. “Berdasarkan Maklumat Kapolri dan atas nama undang-undang, maka kegiatan seperti ini dilarang dan saya nyatakan dibubarkan,” pekik Suhartanto, di atas panggung menggunakan pelantang suara.

Saat itu juga, Suhartanto meminta masyarakat membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. “Saya ini ngeman (sayang, Red) ke njenengan. Saat ini penyebaran virus korona sangat cepat. Jika satu saja di sini ada yang suspect korona, maka semua bisa tertular. Ayo semua bubar! Satu per satu penonton pulang,” pintanya. Meski terlihat kecewa, namun akhirnya penonton memilih pulang.

Menurut Suhartanto, yang menggelar acara itu adalah seorang warga yang baru saja pulang dari luar negeri sebagai pekerja migran. “Karena baru pulang dari luar negeri yang bersangkutan menggelar tasyakuran dengan hiburan kesenian Jaranan,” ujarnya.

Sebelumnya, perangkat desa juga sudah mengimbau agar acara itu tidak digelar. Namun pihak tuan rumah tetap melaksanakannya. “Akhirnya warga melapor kepada kami. Kemudian pukul 14.00 kami datangi lokasi dan membubarkan acara tersebut,” jelasnya Suhartanto.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan kegiatan yang bisa mendatangkan massa banyak. “Cukup di rumah saja sampai ada kepastian bahwa korona sudah benar-benar tidak ada,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih