Polisi ‘Usir’ Puluhan Keluarga Pasien, Cegah Penularan Virus Korona

PULANG SAJA: Aparat Polsek Tempurejo meminta keluarga pasien di Puskesmas Tempurejo untuk segera pulang. Polisi meminta mereka tidur di rumah dan hanya satu anggota keluarga saja yang menunggui pasien.

TEMPUREJO.RADARJEMBER.ID- Polisi terus melakukan operasi pembubaran kerumunan massa. Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19. Setelah menghentikan pentas kesenian Kuda Lumping, Polsek Tempurejo kembali membubarkan kerumunan massa. Kali ini puluhan keluarga pasien yang sedang berada di Puskesmas Tempurejo, Rabu (25/03) sekitar pukul 20.40.

IKLAN

“Silakan pulang. Tidurnya di rumah saja. Cukup satu orang saja yang menunggu keluarga yang sakit di puskesmas ini. Lainnya pulang. Ini untuk mencegah penyebaran virus korona. Jangan sampai anda-anda semua malah tertular,” kata AKP M Suhartanto, Kapolsek Tempurejo, kepada puluhan keluarga pasien.

Beberapa orang yang tidur di emperan puskesmas terlihat kaget. Namun mereka tak bisa berbuat banyak dan memilih mematuhi perintah polisi. “Monggo karpet dan barang-barangnya dibawa dan langsung pulang. Kalau mau tahu kondisi keluarga yang sakit cukup lewat telepon kepada satu orang yang sudah menunggu,” jelas Tanto.

Lebih lanjut Tanto menjelaskan, pasca virus korona merebak, rumah sakit dan puskesmas sudah membatasi jam besuk. Namun kenyataannya masih saja ada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan tersebut. “Kami juga sudah meminta kepada puskesmas sini (Tempurejo, Red) supaya lebih memperketat lagi dan tidak mengizinkan banyak orang menunggu keluarganya yang sakit,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, polisi terus berjaga sampai puluhan keluarga pasien itu pergi meninggalkan puskesmas. Bahkan, Tanto memanggil beberapa petugas jaga puskesmas dan meminta agar lebih memperketat lagi keluarga pasien yang datang.

Abdul Rohim, 53, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, mengaku tidak tahu jika menunggu pasien dengan banyak orang saat ini dilarang. Namun dia mengerti bahwa saat ini sedang ramai soal penyebaran virus korona. “Ya tahunya dari bapak polisi ini kalau menunggu keluarga yang sakit nggak boleh banyak-banyak,” ujarnya, sambil mengemasi barang-barang bersama anaknya.

Dia mengaku tidak keberatan dengan larangan dari polisi tersebut. “Ini kan demi kebaikan bersama supaya kita tidak tertular virus korona. Saya dan keluarga berterimakasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mengingatkan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Samsul, 36, warga Desa Curahtakir, Tempurejo, pengunjung yang lain juga menyampaikan hal serupa. Dia mengaku berterima kasih kepada petugas yang mengingatkan tentang bahayanya virus korona tersebut. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih