Takut Runtuh, Plafon Ruang Kelas Dicopot

DEMI KEAMANAN: Kondisi bagian atap ruang kelas 4 dan 3 di SDN Bintoro 03 tanpa plafon. Pihak sekolah menurunkan plafon karena sudah ada tanda-tanda akan jatuh. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SDN Bintoro 03 lokasinya bukan berpuluh-puluh kilometer dari pusat kota. Letaknya pun masih dalam radius dari Kota Jember, yaitu Kecamatan Patrang. Bahkan, satu kecamatan pula dengan Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Namun, kondisinya seperti SD di perdesaan saja. Bahkan, plafon tidak ada, kusennya juga terlihat keropos.

IKLAN

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, tidak ada bangunan yang mencolok pada SDN Bintoro III tersebut. Namun, saat memasuki kelas IV dan III, tampak tanpa plafon dan langsung terlihat kerangka galvalum serta genting.

Herman Pranoto, guru kelas III SDN Bintoro 03, menuturkan, bagian atap tanpa plafon tersebut bukan lantaran pembangunannya belum selesai. Melainkan sengaja dicopot oleh pihak sekolah dengan alasan keamanan. “Sekitar dua bulan yang lalu dicopot,” jelasnya.

Plafon yang diturunkan tersebut tak lain karena ada tanda-tanda plafon itu akan jatuh. “Daripada kena anak-anak saat sekolah, jadi diturunkan saja. Mencopot plafon itu hari Minggu, di luar jam sekolah,” tambahnya.

Herman mengaku, renovasi bagian atap sekolah SDN Bintoro 03,mulai dari kerangkanya diganti galvalum, genting, hingga plafon sekitar 2018 lalu. Kondisi ruang kelas tanpa plafon tersebut juga pernah dilaporkan ke Dispendik. Sayangnya, hingga sekarang belum ada tanggapan.

Sebagai guru, tentu mereka ingin ada atap plafon untuk mengurangi rasa panas. Apalagi, jika kondisi langit mendung, tanpa ada penerangan tambahan, tentu menyulitkan proses belajar mengajar. Terlebih, atap yang tak dilengkapi plafon juga membuat meja dan kursi cepat kotor.

Kondisi antara lega atau prihatin juga ditunjukkan oleh Yunita. Guru kelas IV itu mengaku, saat plafon belum diturunkan, ada rasa waswas plafon itu jatuh dan mengenai siswa.

Selain tanpa plafon, kusen-kusen ruang kelas yang terbuat dari kayu di pintu masuk ruang kelas juga sudah keropos, seperti bangunan kuno yang telah berusia lama. Meski tidak berpengaruh langsung terhadap proses belajar-mengajar, namun perenovasian ruang kelas tersebut terkesan tanggung.

Selain kondisi ruang kelas SDN Bintoro 03 yang tanpa plafon dan kusen pintu kelas yang keropos, ruang kelas di sekolah lain yang juga baru direhab 2019 lalu, keadaannya juga memprihatinkan. Seperti di SDN Bintoro V yang ruang kelasnya ada rembesan air.

Terpisah, terkait kondisi sekolah di Kelurahan Bintoro itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember baru-baru ini menyatakan baru mengetahui kondisi bangunan tersebut. Pihaknya mengaku akan segera menindaklanjuti temuan itu. “Kami akan informasikan ke teman-teman dulu untuk selanjutnya cek lapangan,” jelasnya.

Reporter : Dwi Siswanto, Maulana

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih