Cak Thoriq – Bunda Indah Langsung Kunjungi Kantor Jawa Pos

SURABAYA RADARJEMBER.ID – Setelah pelantikan, bupati dan wabup Lumajang langsung ngejos bekerja. Dari tempat hotel menginap, keduanya bergegas melakukan kunjungan ke kantor Jawa Pos di Graha Pena Jalan Ahmad Yani Surabaya. Banyak hal dibahas yang intinya untuk bersinergi memajukan Lumajang.

SUPPORT PERTUMBUHAN : Bupati dan Wabup Lumajang ketika bertemua dengan jajaran redaksi Jawa Pos di kantor Graha Pena Surabaya
IKLAN

Bupati dan wabup yang akrab disapa Cak Thoriq dan Bunda Indah datang bersama rombongan dikawal tim Patwal Polres Lumajang. Hanya butuh 15 menit sampai di kantor Jawa Pos. Tiba sekitar pukul 14.20 disambut sejumlah pimpinan redaksi seperti Rohim pimpinan redaksi, Sidik pimred jatim dan beberapa wartawan senior.

Mulai pintu masuk, sampai di lantai 4 terjadi perbincangan yang begitu akrab. Maklum karena Cak Thoriq punya hubungan akrab dengan pimpinan redaksi Jawa Pos sejak jadi anggota DPRD Jatim. Pun juga sama dengan Bunda Indah. Kerabatnya yang bekerja di Jawa Pos juga membuat keakraban dengan awak redaksi. Tak jarang keduanya terpingkal-pingkal ketika cerita masa lalu. “Konco kabeh iki rek. Podo karo keluarga dewe. Wes biasa guyon,” kata Cak Thoriq di sela-sela kunjungan ke dapur redaksi.

Saat berkesempatan sharing-sharing, Cak Thoriq mengakui memang berniat dengan Bunda Indah mengawali kerjanya dengan kunjungan ini. “Kedepan harus ada jejaring. Kami sadar Lumajang ini orang mengiranya banyak problem yang sekian waktu muncul tak kunjung usai, ada salim kancil tambang pasir dan lainnha. Dikenalnya kasus,” katan Cak Thoriq.

Disisi lain, disadari bahwa Lumajang bukan yang terlintas di jalur transit ekonomi. “Ke lumajang tidak transit. Kami sadar betul problem di kabupaten ini harus dibuka ruang dan aksesnya. Maka harus banyak jejaring. Karena itu setelah dilantik rasane gak afdol kalau gak mampir di kantor Jawa Pos. Saya terimakasih bisa diterima dengan baik,” ungkapnya.

Dia ingin bersama Jawa Pos mengrkspore pikiran dan gagasan. Sehingga punya teman berfikir kreatif. “Saya nilai Jawa Pos punya referensi banyak. Ada banyak kabupaten yang dikerjakan brandingnya oleh Jawa Pos,” ujarnha.

Referensi itu kata Thoriq begitu penting untuk diadopsi, diaplikasikan dan dikonstruksikan di Lumajang. “Saya kira sekarang ini tidak perlu pusing lagi pemerintahan yang stagnan. Kalau begitu-begitu saja ya cuma begitu hasilnya,” ungkapnya.

Dia menegaskan, sebagai Bupati dibantu wakil. Tetapi, sudah berbagi tugas. Supaya tata kelola yang kaku bisa lentur. Bunda Indah ini ngurusi birokrasi, saya ngurus urusan ngopi-ngopi,” katanya yang lalu tergelak tawa bareng-bareng.

Thoriq mengakui, perlu banyak sharing-sharing. Untuk mengetahui banyak lagi daerah-daerah yang maju. “Kita tau bu Risma di Surabaya dan Mas Anas di Banyuwangi, itu kreatif dan inovatif yang perlu ditiru dan dicarikan lompatan-lompatan,” katanya.

Sementara itu, Bunda Indah juga melengkapi sharing bersama jajaran pimpinan redaksi Jawa Pos. “Kami terimakasih terima disini, publikasi bagian penting.
Lumajang sempat diangkat dalam Jawa Pos otonomi award, waktu itu saya di kadis keuangan. Beberapa kali saya koordinasi, dan itu dampaknya bagus. Banyak yang ingin melihat Lumajang. Tp beberapa tahun terakhir tidak mendengar itu,” kata Indah.

Kedepan, dia bersama Cak Thoriq dia akan memanage setiap langkah dan kegiatan bisa terpublikasikan dengan baik. “Sehingga masyarakat bisa memgerti dan menerima dengan baik dan ikut mengelola dan berpartisipasi dalam layanan,” jelasnya.

Pimpinan Redaksi Jawa Pos, Rohim, menyimpulkan kehadiran tamunya siang tadi adalah niatan mulia. Tak ada alasan lain. Jawa Pos akan mensupport. Apalagi, momitmen Jawa Pos sejak pak Dahlan selalu pro pertumbuhan pro bisnis dan lainnya. “Kami ingin Jawa Pos turut menjadi bagian dari kesuksesan Lumajang,” pungkasnya.(*)

Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : Roisul Jamil
Redaktur : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :