Dua Remaja jadi Tersangka Kasus Penganiayaan terhadap Tuan Takur

Jumai/Radar Jember RESMI TERSANGKA: Ridwan Giantoro, 18, akhirnya jadi tersangka kasus pengeroyokan terhadap Tuan Takur. Kemarin, dia diperiksa di ruang penyidik Reskrim Mapolsek Tanggul.

RADARJEMBER.ID – Setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan tujuh remaja, akhirnya polisi menetapkan dua orang tersangka penganiayaan Tuan Takur. Kedua tersangka ini masih remaja. Bahkan, Ridwan Giantoro masih berumur 18 tahun. Sedangkan tersangka yang lain, Nanang Setiawan, berumur 22 tahun.

IKLAN

Ridwan yang diketahui sebagai warga Dusun Tekoan, Desa Tanggul Kulon adalah pria yang mendorong Tuan Takur hingga terjerembap ke tanah. Setelah korban tak berkutik, kemudian rekan lainnya melakukan pengeroyokan.

“Sementara, tersangka Nanang Setiawan adalah warga Dusun Songon, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro,” ungkap Kapolsek Tanggul, AKP Hardjito.

Kepada radarjember.id, Ridwan mengaku, mulanya datang dari Stadion Tanggul dengan dibonceng motor oleh Nanang menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanggul. Setiba lokasi kejadian itu, motor yang dikemudikan Nanang digeber dengan suara keras. Ini maksudnya untuk memberi tanda ke temannya yang lebih dulu ada di sana.

Namun, rupanya geberan gas motornya yang berlebihan membuat Tuan Takur mendatanginya. “Dia (Tuan Takur, Red) langsung mendekat ke teman saya, dan langsung menempeleng,” akunya.

Melihat temannya ditempeleng, Ridwan protes. Namun katanya, dia malah didorong hingga jatuh. Kemudian, dia berdiri dan membalas dorongan Kepala Desa (Kades) Tanggul Wetan tersebut. “Saya juga melawan dengan cara mendorong Pak Takur hingga terjatuh. Setelah dia jatuh, saya langsung lari,” tuturnya.

Dia mengaku heran, Tuan Takur yang hanya didorongnya sampai harus dirawat di rumah sakit. Terlebih, dia mendorong hanya dengan tangan kosong. “Saya tidak tahu kalau sampai masuk rumah sakit. Karena waktu itu di TMP gelap,” imbuhnya.

Ridwan berulang kali mengaku menyesal. Terlebih, dia tidak sadar jika korban kasus tersebut tak lain adalah Tuan Takur, yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di kawasan Tanggul. “Saya tahu nama Pak Takur itu kades. Tetapi saat kejadian, saya tidak tahu kalau itu Pak Takur,” sesalnya.

Sementara itu, salah seorang warga Tanggul Kulon yang namanya enggan dikorankan mengaku melihat bahwa Tuan Takur tidak hanya didorong oleh kalangan remaja itu. Tetapi korban dibogem berkali-kali tanpa perlawanan. “Kalau tidak salah tiga kali sampai korban jatuh,” katanya.

Menurutnya, saat itu Tuan Takur datang dari arah selatan dengan mengendarai mobilnya. Kemudian, ada tiga motor yang datang dari arah utara. Mereka sama-sama berhenti di TMP Tanggul yang sudah ramai dengan remaja. Melihat ada yang ramai dan terkesan mengganggu, Tuan Takur mendatangi gerombolan remaja tersebut. Tuan Takur mendatangi satu di antara tiga motor yang menggeber gas dengan keras.

Teguran Tuan Takur rupanya tak dihiraukan. Sampai kemudian mereka terlihat cekcok. Tuan Takur terlihat seperti menampar satu pengendara. Kemudian, remaja lain yang dibonceng, turun dari motor dan langsung memukulnya hingga jatuh. “Melihat Abah (Tuan Takur, Red) dipukul, warga berdatangan,” papar sumber yang keberatan disebut namanya tersebut.

Reporter : Rully Efendi, Jumai
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :