Sama-Sama Menangis di Depan Hakim

MENANGIS: Murni, 54 tahun, menangis dalam persidangan pemeriksaan saksi sekaligus terdakwa, (23/7) kemarin, di Ruang Candra Pengadilan Negeri Jember.

RADAR JEMBER.ID – Nasi sudah menjadi bubur. Perasaan menyesal dan permintaan maafnya pun terlambat. Murni, 54 tahun, warga Kecamatan Balung, harus merasakan dinginnya lantai penjara.

IKLAN

Sebab, perlakuannya terhadap keponakannya sendiri pada 2 Januari 2019 lalu, berbuah hukuman. Yakni menginap di hotel prodeo. Dua bogem mentah dari Murni mendarat keras di wajah keponakannya.  Dia datang ke Ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Jember, (23/7) kemarin, memenuhi panggilan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endah Puspitorini.  Agendanya pemeriksaan satu orang saksi, sekaligus dilanjutkan pemeriksaan terdakwa.

Dalam keterangannya, keponakan Murni, yang sekaligus menjadi saksi korban, itu menjelaskan kronologinya sampai dipukul dua kali oleh Murni. “Awalnya, saya bertengkar dengan saudara saya di depan rumah. Tiba-tiba terdakwa ini datang kepada saya, langsung mukul dua kali,” ucap saksi korban dengan nada lirih.

Seakan tak bepikir panjang. Bukannya sudah tua dan mendinginkan masalah. Saat kejadian, terdakwa sudah terbawa emosi tinggi. Sampai melepaskan pukulan dengan kepalan tangan kanannya ke pipi korban. “Dia (terdakwa) memukul saya sebanyak dua kali. Pakai tangan kanan,” kata korban saat ditanya JPU.

Anggota majelis hakim, Sri Muniarti, pun menawarkan kepada kedua belah pihak untuk berdamai. Sebab, mereka juga masih satu keluarga. Setelah menjabat tangan, baik saksi korban maupun terdakwa sama-sama menangis.

“Setelah ini harus selesai. Berkeluarga lebih baik. Juga bertetangga yang baik,” ucap majelis hakim. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa. Pak Murni pun membenarkan kejadian tersebut. “Tukaran (bertengkar) keponakan sama keponakan,” kata dia.

Namun, Murni menepis, mengenai berapa kali dia memukul korban. Murni mengaku hanya memukulnya sekali saja. Itu pun tidak dengan tangan mengepal, tetapi terbuka seperti menampar.

“Padahal terdakwa ini sudah diberi kebebasan oleh penyidik untuk datang ke rumah korban. Untuk meminta maaf, tapi kok tidak dilakukan. Kasus ini juga sudah lama,” ujar JPU, sebelum sidang ditutup oleh Ketua Majelis Hakim Jamuji.

Selanjutnya, sidang tersebut ditunda dan dilanjutkan tanggal 1 Agustus mendatang, dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi