Bugar di Usia 70 Tahun, Rutin Latihan Setiap Minggu

Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Jember

Usia sudah tua, tapi semangat olahraganya masih  seperti para remaja. Padahal, umurnya sudah di atas 50 tahun. Mereka adalah para mantan atlet yang tergabung dalam Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Jember.

SEHAT SAAT TUA: Anggota PAMI Jember tetap kompak berlatih bersama menjelang kejuaraan open atletik PAMI di Lampung.

RADAR JEMBER.ID – Jangan memandang usianya. Jangan meremehkan keterampilannya. Jangan salah, belasan lansia yang sering latihan rutin di Lapangan Brigif Raider 9 Kostrad itu sering menyumbang medali.

IKLAN

Mereka berkumpul menjadi satu dalam Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI).  Namanya saja sudah atletik. Mereka memfokuskan diri di cabang olahraga atletik. Atletik dengan ragam cabangnya. Seperti jalan cepat, lempar lembing, lempar cakram, lari, sampai lompat jauh.

Meskipun sarana prasarana minim, para lansia yang masih punya semangat tinggi itu tetap konsisten latihan setiap Minggu pagi. Mulai dari pukul 07.00 sampai 10.00. Kekompakan dan kerukunan pun dijalin antaranggota layaknya keluarga. Saling membantu dan gotong royong  dengan yang lain.

Peralatan olahraga atletik seperti tombak, lembing, cakram, dan tolak peluru harus pinjam dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Namun, tak semua pinjaman. Ada juga yang berasal dari dana hibah.

PAMI Jember sudah berdiri sekitar tahun 1985. Salah satu anggotanya sudah berlaga dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1969 silam di Surabaya.

PAMI Jember sudah berdiri hampir 34 tahun. Kini dikoordinasi oleh Muhyidin. “Yang penting, tujuan kami olahraga sehat. Menambah saudara dan menjaga silaturahmi. Serta menyalurkan hobi kawan-kawan di atletik ini,” kata Muhyidin.

Pria yang bekerja sebagai pelaksana PDAM Tanggul ini mengatakan, organisasi ini dulunya bukan bernama PAMI. Melainkan Persatuan Atletik Veteran Indonesia (PAVI). Namun, akhirnya diganti. Sebab, veteran identik dengan tentara, sementara anggotanya berasal dari berbagai latar belakang.

“Memang kebanyakan anggota kami adalah mantan atlet cabang atletik dulunya. Tapi ada juga yang bukan dari atlet. Moro-moro ikut saja sampai gabung,” jelasnya.

Selain agenda rutin latihan tiap Minggu pagi,  mMereka juga turut serta dalam berbagai kejuaraan level nasional sampai internasional. Apalagi, para lansia ini termasuk yang ditakuti di Jawa Timur. Bukan tampangnya yang sangar, tapi keterampilannya masih seperti anak muda, meski usianya sudah sepuh.

Semangat mereka dibawa sampai ke kejuaraan. Tak jarang, anggota PAMI Jember ini mendapat puluhan medali dari berlaga di turnamen terbuka, meskipun menggunakan dana mandiri. Jiwa olahraga seakan sudah tepatri di dada mereka.

Tahun ini, mereka kembali turun dalam gelaran bergengsi. Yakni Kejuaraan Open PAMI Internasional, yang bakal diselenggarakan di Lampung. Mulai tanggal 26 sampai 27 Juli mendatang. Selain peserta dari dalam negeri, ada juga peserta yang datang dari luar negeri seperti India dan Singapura.

Kemarin, (23/7) mereka sudah berangkat naik bus. “Jangan dilihat naik busnya. Yang penting kita enjoy menikmati perjalanan. Di sana, kami tetap harus tampil prima,” tambah Rustam, pengurus lainnya.

Mereka mengeluarkan dana mandiri. Berbeda dengan kejuaraan sebelumnya, mereka mendapat anggaran. Tapi, kali ini tidak. “Jember ini disegani di Jawa Timur. Selain Malang dan Surabaya.  Beberapa nomor atletik, kami sering mendominasi perolehan medali emas,” tegas Rustam dengan nada yang meyakinkan.

Selain kejuaraan open internasional, kejuaraan nasional (kejurnas) pun rutin mereka ikut. “Biasanya dua tahun sekali kami ikut,” imbuhnya.

Anggota yang berangkat ke Lampung berjumlah 12 orang. Perinciannya 11 atlet dan satu ofisial. Di sana, mereka akan bermain di berbagai macam cabang atletik. Mulai dari lari 100 meter, 200 meter, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, lompat tinggi, hingga lompat jauh.

Usia mereka yang paling muda adalah 50 tahun. Paling tua 75 tahun. Sebanyak 12 atlet yang ikut ke Lampung tersebut, antara lain Rustam di kelompok usia (KU) 75 lempar cakram dan jalan cepat 3.000 meter, Sadikun, KU 70 lempar cakram, lempar lembing, dan tolak peluru, Son Harsono, KU 60 jalan cepat 3.000 serta lompat tinggi. Kemudian Sarijono, KU 60 lari 800 meter, lempar lembing, dan cakra, Sutopo, KU 60 lari 5.000, 1.500, dan 800 meter, Triyono di KU 55 lempar cakram, lompat jauh, dan lari 200 meter. Selanjutnya Muhyidin, KU 50 tolak peluru dan lempar lembing, Endang W KU 55 lempar lembing, tolak peluru, dan lompat jauh, Sumini, KU 45 lari 100 meter, lompat jauh, lompat jangkit, serta lompat tinggi. Hartina KU 50 lempar lembing, cakram dan tolak peluru, Peni .R, KU 60 jalan cepat 3.000 meter dan lempar cakram, dengan satu ofisial atas nama Supriyono.

“Kami tidak main-main. Target kami 20 medali,” tegas Rustam optimistis. Target itu memang menjadi kebiasaan PAMI Jember. Sebab, dalam gelaran open sebelumnya di Solo, mereka mendapat 41 medali dari 32 anggota yang berangkat.

Beberapa anggota PAMI Jember yang tak berangkat antara lain Sri Sulantari, Bambang Setyobudi, Sunarsih, Sulami, Sahri, Basri, Hamin, Sukarli, Wahman, dan Warsiani pun tetap akan berlatih rutin. “Mereka tidak ikut karena kami tidak ada dana. Karena dananya terbatas,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi