Oalah, Sudah Stroke Kok Nekad Jual Okerbaya

BARANG BUKTI: Okerbaya milik Ivan dan Yoedi diamankan Polsek Tempurejo.

RADARJEMBER.ID – Unit Reskrim Polsek Tempurejo meringkus 2 orang yang diduga kuat pengedar Obat Keras Berbahaya (Okerbaya).

IKLAN

Keduanya adalah Ivan Efendi, 21, warga Dusun Krajan, dan Yoedhi, 41, warga Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Tempurejo. Keduanya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda.

Yoedhi yang kondisinya sudah tidak berdaya akibat stroke yang dialaminya sejak tahun 1998 silam, masih saja tetap berjualan.

“Meski begitu, masyarakat mendukung upaya tegas yang dilakukan polisi. Karena yang dilakukan Yoedhi jelas melanggar hukum. Kini, keduanya sudah ditetapkan tersangka,” kata Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto, melalui Kanit Reskrim Polsek Tempurejo Iptu Arip.

Tersangka pertama yang ditangkap adalah Ivan. “Saat itu kita mendapat informasi ada orang yang bertransaksi Okerbaya di kawasan Glantangan. Kemudian kita tindaklanjuti informasi itu dan kita berhasil menangkap Ivan ini,” ujar Arip.

Saat ditangkap, Ivan tak bisa mengelak lagi. Karena polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. “BB yang kita amankan dari Ivan ini adalah Okerbaya jenis Trihexiphenidyl alias Trex berlogo Y sebanyak 372 butir. Serta uang tunai yang diduga hasil penjualan okerbaya,” ujar Kanit Reskrim.

Saat diinterogasi, Ivan mengaku bahwa dia hanya disuruh oleh tersangka Yoedhi.

Berbekal pengakuan itu, polisi langsung bergerak menuju rumah Yoedhi. “Di kamar Yoedhi, kita amankan Okerbaya Trex berlogo Y sebanyak 40 butir, bungkus rokok untuk menyimpan obat, sebuah HP, dan uang, ” ujarnya.

Menurut Arip, tersangka Yoedhi memang mengalami stroke sejak lama. “Sejumlah tetangga sudah mengingatkan agar tersangka Yoedhi ini berhenti berjualan Okerbaya, tapi tak digubris,” ungkapnya.

Namun kepada petugas, Yoedhi mengaku memulai bisnis Okerbaya itu setelah lebaran kemarin.

Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasusnya. Sejumlah nama sudah dikantongi petugas yang diduga kuat penyuplai Okerbaya kepada tersangka.

“Intinya kita tidak berhenti di sini saja. Kita masih menyelidiki nama yang disebut tersangka yang kita duga sebagai penyuplai Okerbaya itu,” pungkas Arip.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono