Mahasiswa Penjual Telur Gulung Ingin Jadi Dosen

MANDIRI: Walaupun Zuhud berstatus sebagai mahasiswa, namun ia tidak malu berjualan telur gulung.

RADARJEMBER.ID -Terlahir sebagai anak seorang waker atau penjaga malam sebuah toko busana di Jalan Gajahmada Jember, tidak membuat Zuhud Fatchur Rochman, Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jember, merasa minder. Bahkan anak pertama pasangan Khairul Anam dan Siti Masrifah itu tertantang untuk meringankan beban ekonomi orangtuanya.

IKLAN

Zuhud, mahasiswa semester 3, Prodi Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam (IAIN) Jember itu, kini berjualan telur gulung berpindah-pindah tempat, di kawasan kota Jember.

“Jualan telur gulung ini baru saya jalani satu bulan ini. Kebetulan saat ini perkuliahan lagi libur. Ketimbang diam di rumah tanpa aktivitas saya berjualan telur gulung, lewat Instagram (IG) saya menemukan tawaran pekerjaan sebagai penjual macam ini,”Jelas Zuhud.

Lelaki bertinggi badan 178 cm itu, setiap hari membawa 150 tusuk telur gulung. Ia pun mendapat upah setiap hari 20 persen dari pendapatan yang diperolehnya. Maklum, telur gulung itu bukan miliknya sendiri.

“Saya keluar rumah mulai pukul 13.30 WIB dan pulang pukul 23.30 WIB. Mangkalnya pun tidak menetap.Terkadang di depan Masjid Jamik lama, kemudian pindah ke depan Kantor Pemkab Jember,” imbuhnya.

Dalam hal akademis, Zuhud terbilang mahasiswa cerdas. Capaian nilai akademisnya pun cukup Istimewa. Semester 1 berhasil meraih IP 3,72 dan di semester 2 melonjak 3,77.

Zuhud pun memiliki cita-cita sebagai orang dosen. Karena itu dia berusaha untuk mewujudkan impiannya, walau rela melakoni profesi sebagai penjual gulung keliling.

Meski dia sempat dipanggil mengikuti tes wawancara calon penerima beasiswa dari Pemkab Jember dan belum berhasil, namun Zuhud tidak kecewa.

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono