Cover Radar Jember Jadi Kain Batik

INSPIRATIF: Iriane, Owner Rumah Batik Rolla (nomor tiga dari kiri) memegang cover depan Radar Jember yang bermotif batik, dan MS Rasyid General Manager Radar Jember memegang pola batik kolaborasi yang kemarin langsung dibikin oleh Iriane.

RADAR JEMBER.ID Cover depan Jawa Pos Radar Jember edisi khusus untuk memperingati hari anak nasional kemarin rupanya banyak mendapat respons. Selain dinilai berani keluar pakem karena tak banyak menyampaikan pesan lewat kata-kata, tapi cukup melalui gambar (visual), pola batik yang ditampilkan menginspirasi salah satu rumah batik ternama di Jember. Adalah Rumah Batik Rolla yang mengaku sangat terinspirasi dan akan menuangkannya ke dalam goresan di kain batik produksinya.

IKLAN

Iriane, owner Rumah Batik Rolla mengaku, pola batik yang ditampilkan Jawa Pos Radar Jember itu sangat bagus. Baik dari sisi estetika, artistik seni batik, maupun pesan yang disampaikan. Dia mengaku, sudah sejak lama ingin membuat batik dengan pola seperti itu. Bahkan, dia pernah membuat sketsanya. Hanya saja, belum sampai kelar. “Lha ini teman-teman Jawa Pos Radar Jember ternyata kreatif banget. Ini inspirasi luar biasa. Tak hanya bagi rumah batik Rolla, tapi masyarakat luas,” katanya, bersemangat.

Kemarin pun dia langsung menyempurnakan pola batik yang dijadikan sebagai halaman muka Jawa Pos Radar Jember edisi 23 Juli tersebut. Iriane langsung membuat pola, memadukan pola yang sudah menjadi angan-angan lamanya, dengan pola yang diterbitkan Jawa Pos Radar Jember tersebut.

Dikatakannya, memang ada sedikit penyempurnaan. Sebab, kata dia, pola yang ditampilkan di Jawa Pos Radar Jember tersebut adalah untuk keperluan koran. Sementara, pola yang akan dia bikin lebih ditujukan untuk keperluan fashion. “Namun, prinsipnya tak ada yang saya ubah dari desain teman-teman Radar Jember. Hanya kami sesuaikan untuk keperluan fashion,” katanya, saat berbincang dengan tim Jawa Pos Radar Jember di butik milik Iriane, kemarin.

Iriane menegaskan, edukasi yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember untuk anak-anak dan orang tua ini patut mendapat apresiasi. Oleh karena itu, dia pun lantas ingin ikut berpartisipasi dengan memanfaatkan kemampuan yang dia punya. Dengan demikian, edukasinya lebih mengena.

Seperti diketahui, di edisi Hari Anak Nasional, Jawa Pos Radar Jember mempersembahkan semua halamannya untuk kepentingan edukasi mengenai anak-anak. Cover depannya merupakan pola batik dengan tema utama permainan tradisional dipadu dengan komoditas unggulan Jember.

Edisi ini juga banyak mengupas kecenderungan anak-anak sekarang yang sebagian mulai dimabuk teknologi. Celakanya, sebagian orang tua pun cenderung abai. Akibatnya, banyak masalah yang timbul karena anak kecanduan gawai (gadget). “Teknologi memang perlu. Anak juga harus diajari teknologi. Tapi tidak lantas kebablas dan kita lupa dengan jati diri,” tegas perempuan yang akbar disapa Irin ini.

Karena itulah, dia berharap, batik yang akan dia kolaborasikan dengan Jawa Pos Radar Jember ini nanti juga mampu menjadi sarana edukasi. Baik bagi orang tua maupun anak-anak. “Setidaknya, dengan melihat gambar di baju anak-anak, tidak lupa akan mainan tradisional khas tanah air,” tukasnya.

Dia berencana membuat dua pola. Satu untuk anak-anak, satunya lagi untuk orang dewasa, sehingga edukasinya lebih mengena. Jika dijadikan baju, yang memakai tetap nyaman.

Rumah Batik Rolla memang dikenal sangat serius dan konsen dengan pengembangan batik, khususnya yang memiliki corak khas Jember. Rumah batik ini memiliki lebih 100 pembatik yang beberapa di antaranya bekerja di rumah masing-masing.

Iriane mengaku, awal mula membuka rumah batik ini diniati dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Para tetangganya diajari membatik dan lantas karnyanya ditampung oleh Iriane untuk dipasarkan. Diawali dari hanya satu dua pembantik, kini Rumah Batik Rolla sudah berkembang pesat. Kain batik karya rumah batik yang ada di bilangan Mawar 75 ini sudah banyak diminati. Bahkan, beberapa sudah sampai ke luar negeri.

Selain memproduksi batik, Rumah Batik Rolla juga memberikan edukasi. Baik kepada anak-anak maupun ibu-ibu yang ingin belajar membatik. “Karena salah satu misi kami juga mengedukasi masyarakat agar melestarikan dan makin mencintai batik,” kata Iriane yang merintis rumah batiknya ini sejak Februari 2009 lalu ini. (*)

Reporter : MS Rasyid

Fotografer : Tri Joko

Editor : MS Rasyid