Masih Diburu Kejaksaan, Nawari Harry Susanto Masuk Daftar Bacaleg

Sholikhul Huda/Radar Ijen PROFIL: Inilah foto dan profil Nawari Harry Susanto yang dibuat KPU Bondowoso pada Pileg 2014 lalu. Saat ini, Nawari mendaftarkan diri menjadi bacaleg PDIP.

RADARJEMBER.ID- Nawari Harry Susanto, mantan anggota DPRD Bondowoso yang diburu Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso menunjukkan kesaktiannya. Saat termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Bondowoso, namanya malah masuk daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Bondowoso untuk pemilu legislatif (pileg) 2019 mendatang.

IKLAN

Nawari menjadi bacaleg PDIP dapil 3 Bondowoso. Nawari masuk bacaleg yang didaftarkan PDIP ke KPU Bondowoso. Hanya saja, urusan SKCK dan surat keterangan dari PN belum dipenuhinya sebagai syarat pendaftaran. Namun, dia termasuk salah satu dari ratusan bacaleg yang belum lengkap berkasnya di KPU Bondowoso.

Operator Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Saparullah membenarkan bahwa ada pendaftar bernama Nawari Harry Susanto. Namun, berkas pendaftaran belum lengkap. Sebab, dari seluruh bacaleg yang mendaftar, seluruhnya ada kekurangan. Perbaikan dilakukan mulai 21 Juli sampai 31 Juli 2018. “Ada memang yang namanya Nawari, daftar di dapil 3 melalui PDIP,” ujarnya.

Hal senada diungkap Liaison Officer DPC PDIP Moh. Mahrus. Dia mengakui bahwa Nawari Harry Susanto ikut mendaftar dari PDIP di dapil 3. Nawari pada 2014 terpilih menjadi anggota DPRD melalui Partai Nasdem.

Namun dalam perjalanannya, tepatnya 24 Mei 2015, Nawari terlibat penganiayaan. Kronolgisnya, anak Nawari yang bernama Alwi Wafa terlibat cekcok dengan tiga korban di Desa Sukokerto, Pujer. Selanjutnya, Nawari ikut membantu hingga terjadi penganiayaan.

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan korban ke kepolisian 25 Mei 2015. Proses terus berlanjut sampai hakim Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso memberikan vonis hukuman 5 bulan penjara kepada Nawari. Putusan itu disahkan PN Bondowoso akhir 2015 lalu. Nawari mengajukan banding hingga kasasi atas putusan itu. Tetapi hasilnya tetap ditolak. Akhirnya, Nawari harus menjalani hukuman penjara 5 bulan.

Putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) turun empat bulan lalu. Namun, Nawari tidak kunjung menjalani hukuman. Sampai-sampai Kejari Bondowoso melakukan upaya penjemputan paksa. Namun, Nawari tidak ada saat itu. Akhirnya, Kejari Bondowoso menetapkan Nawari sebagai DPO. Penetapan DPO itu masih melekat sampai sekarang, yang akhirnya diketahui nama Nawari muncul dalam daftar bacaleg pada Pileg 2019.

Reporter : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Fotografer : Sholikhul Huda
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :