Delik Aduan, Polisi Belum Melakukan Tindakan Hukum

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran

RADARJEMBER.ID- Sebanyak 16 calon jemaah haji (CJH) yang dokumennya palsu dipastikan gagal berangkat musim haji tahun ini. Mereka tidak ikut serta bersama 1.126 CJH yang berangkat 26 dan 27 Juli. Mereka diperkirakan tetap bisa berangkat tetapi sesuai jadwal keberangkatannya masing-masing,

IKLAN

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang Muhammad menyebut, 16 CJH yang menjadi korban pemalsuan dokumen oleh KBIH-nya tersebut bukan tidak jadi berangkat. Melainkan hanya gagal berangkat. Artinya, mereka akan tetap diberangkatkan sesuai dengan daftar antrean semula.

Rata-rata CJH yang gagal berangkat karena dokumennya dipalsukan itu mendaftar di tahun 2011, 2012, dan 2013. Sehingga, mereka masih harus menunggu satu hingga tiga tahun lagi untuk berangkat. Lantaran masa tunggu normal CJH adalah 18 tahun. “Yang sekarang berangkat adalah yang daftar 2010,” pungkasnya.

Menurut dia, prosesnya penentuan jemaah ini ada tiga tahap. Pertama, memang betul-betul yang sudah masuk porsi berangkat tahun ini. Kedua, disiapkan cadangan termasuk panitia. Ketiga adalah gabungan. Gabungan ini suami istri dan mahram dari anak dan lainnya. Dia bisa anak kandung. “Gabungan ini. Ada KBIH yang kurang berhati-hati. Ternyata keliru, yang diperlukan dari akta nikah, KK, dan akta kelahiran. Kami tidak memverifikasi. Murni selama ini pada KBIH. KBIH sudah kami adukan ke Kanwil Jatim,” ungkapnya.

CJH asal Lumajang ini menuju tanah suci pada 26 dan 27 Juli nanti. Pemberangkatannya dari Pendapa Lumajang seperti setahun lalu. Ada yang pagi hari diberangkatkan. Ada juga yang tengah malam. Semua kata Muhammad sudah diatur dan dipertegas pemberangkatan pada jemaah agar tidak sampai ada yang terlambat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran saat dihubungi radarjember.id menyatakan, perkara tersebut masuk delik aduan. Artinya, polisi tidak bisa memproses selama para korban tidak melaporkan. Sebaliknya, lanjut dia, pihaknya baru bisa mengambil langkah jika sudah ada yang merasa dirugikan lantas membuat laporan resmi ke polisi.

Hasran mengaku, sejauh ini belum ada satu pun dari 16 CJH yang dokumennya dipalsukan KBIH melapor ke polisi. Untuk itu, polisi belum bisa mengambil langkah apa pun. “Sejauh ini, belum ada yang melapor, dan belum ada yang merasa dirugikan,” tegasnya. Dia menjelaskan, jika ada laporan, maka pelaku bisa dijerat Ayat 1 Pasal 263 KUHP. 

Reporter : Hafid Asnan, Khawas Auskarni Muhyidin
Editor : Narto
Fotografer : Khawas Auskarni Muhyidin
Editor Bahasa:Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :