Suku Cadang Kompor Kerap Kosong

SERVIS: Nur Hamid memperbaiki kompor warga di belakang pertokoan Kelurahan Kepatihan

RADAR JEMBER.ID – Aktivitas warga mendekati hari raya Idul Fitri bisa dibilang bertambah padat, termasuk aktivitas dapurnya. Tak heran jika banyak orang yang akhir-akhir ini menyervis kompornya. Seperti yang terjadi di sekitar Pasar Tanjung atau di belakang pertokoan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.

IKLAN

Tukang servis kompor, Nur Hamid menyebutkan, selama sepekan terakhir, warga yang datang ke tempatnya untuk memperbaiki kompor jumlahnya meningkat. Itu berbeda dengan hari-hari biasa sebelum puasa.

“Selama bulan puasa warga yang servis kompor lumayan banyak. Sehari biasanya hanya ada dua sampai lima orang. Tetapi untuk bulan puasa ini rata-rata di atas sepuluh orang yang servis kompor,” kata pria asal Gang 12, Jalan Gajahmada, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Dalam melakukan servis kompor, Nur Hamid mengaku tidak ada yang sulit. Hanya saja, suku cadang (spare part) kompor kerap kosong alias tidak ada. “Spare part sering kosong, sehingga harus mencari dulu baru bisa memperbaiki kompor warga,” ucap pria dua anak tersebut.

Servis kompor yang diterapkan Nur Hamid yaitu menghitung pada kerusakan mesin. Setiap mesin tempat pemantik dan keluarnya api menurutnya dihargai Rp 20 ribu. Sementara itu, servis lainnya ditentukan sesuai dengan tingkat kesulitan.

Selain melakukan servis pada umumnya, Nur Hamid juga dapat melakukan perakitan kompor. Dari satu menjadi dua nyala api, atau seterusnya. “Ya, saya juga menerima ‘kanibal’. Biasanya dua kompor disambung menjadi satu,” tuturnya.

Berkat ketekunannya, Nur Hamid pun sudah memiliki banyak pelanggan. Maklum, dia menjadi tukang servis kompor sudah sekitar sepuluh tahun. “Kalau mangkal di sini sejak tahun 2012 lalu. Kalau pindah-pindah, khawatir pelanggan bingung,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono