Akan Dipagar untuk Mencegah Musibah

Retakan Jompo Kian Mengkhawatirkan

AKAN DIPAGAR: Polisi dan BPBD Jember mengecek retakan Jembatan Jompo yang semakin lebar

RADAR JEMBER.ID – Penanganan secara permanen terhadap aspal ambles di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, belum dilakukan hingga kemarin (23/5). Kali ini perhatian sejumlah pihak bukan hanya pada jalan yang mengalami penurunan saja. Namun, Jembatan Jompo yang retak juga menjadi sorotan.

IKLAN

Guna mencegah terjadinya kemungkinan buruk seperti kecelakaan atau musibah lain, sejumlah anggota Polres Jember dan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember turun ke lokasi. Mereka melihat secara langsung retakan Jembatan Jompo.

Pantauan Radarjember.id, retakan Jembatan Jompo yang panjangnya sekitar lima meter dengan lebar sekitar 30 sentimeter cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, bila berdiri tepat di atas retakan jembatan, maka akan terlihat arus sungai di bawah jembatan. Dengan kata lain, ban sepeda motor bisa saja terperosok ke dalam retakan tersebut.

Namun demikian, kewenangan penanganan permanen pada aspal ambles dan Jembatan Jompo ada pada pemerintah pusat. Sebab, jalan tersebut masuk zona VIII di bawah pengawasan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN). Jalan ambles beberapa hari yang lalu sudah diteliti dan hasilnya langsung dikirim ke pusat melalui PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Menurut Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Ipda Agus Yudi Kurniawan, retakan Jembatan Jompo menjadi salah satu perhatian pihaknya. Selain itu, BPBD Jember juga turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi retakan tersebut.

Ipda Agus mengungkapkan, kendaraan yang melintas di Jembatan Jompo sudah semakin padat. Apalagi, beberapa hari ke depan lalu-lalang pemudik juga akan terjadi. “Sekarang kita cek karena kondisinya membahayakan,” katanya.

Guna mencegah terjadinya kecelakaan atau musibah lain, Polres Jember dan BPBD Jember akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jember. Itu dilakukan agar jembatan yang retak juga dipasangi pagar. “Kita koordinasikan langsung dengan Dishub, karena yang punya pagarnya Dishub. Pemagaran dilakukan untuk mencegah kecelakaan,” tegasnya.

Selain itu, para pengendara juga dilarang melewati jalan depan deretan pertokoan Jompo, khususnya di sisi selatan jalan yang ambles dan selatan jembatan yang retak. Larangan itu juga dimaksudkan untuk mencegah kecelakaan atau musibah lain. “Selain dipagar, semua kendaraan juga dilarang melewati sisi selatan jalan yang rusak,” pungkas Ipda Agus Yudi.

Sekadar tambahan informasi, aspal ambles dan jembatan retak diduga berkaitan dengan kondisi bangunan pertokoan Jompo. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya sebagian ruko yang kondisi bangunannya retak. Bahkan, pada deretan pertokoan, kondisi fondasi tumpuan tiang belakang ruko sebagian sudah raib tergerus air anak Sungai Bedadung. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono