Selamatkan Cagar Budaya, Pemkab Bakal Kaji Ulang RTRW

Memang Masuk Wilayah Industri

HARUS DISELAMATKAN: Pemkab Bondowoso meminta Pabrik Plywood PT Indah Karya untuk mengembalikan lahan yang telah digali seperti semula. 

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Berdasarkan dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW), ternyata wilayah yang saat ini ditempati Pabrik Plywood PT Indah Karya memang masuk kawasan industri. Termasuk wilayah yang menjadi perluasan pabrik. Karenanya, pemkab akan melakukan pengkajian ulang.

IKLAN

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar. Pihaknya akan melakukan pengkajian lebih mendalam. Sebab, cagar budaya adalah aset yang harus diselamatkan. Selama ini, Bondowoso masuk dalam kawasan cagar budaya. “Berdasarkan penelitian, peradaban ini berdiri di abad ke 3. Artinya, pada saat itu sudah ada peradaban,” jelas pria yang juga ketua DPC PDIP Bondowoso tersebut.

Dijelaskannya, aset megalitikum di Bondowoso ini adalah satu-satunya di Indonesia. Bahkan, di dunia hanya ada dua. Selain di Bondowoso, ada di Maroko. Karenanya, hal ini menjadi aset yang harus dijaga dan dilindungi. Pemkab akan pasang badan penuh dalam hal pelestarian cagar budaya tersebut.

Mengenai dugaan adanya perusakan cagar budaya karena proses pembangunan, Wabup Irwan mengungkapkan jika pihak pabrik tidak tahu. Selama ini, pabrik membeli tanah dan mengolahnya dengan alat berat. Tujuannya untuk dijadikan pabrik. Perizinannya juga masih dalam proses.

Namun, setelah ada pertemuan itu, seluruh aktivitas di lahan perluasan itu harus berhenti, bahkan harus dikembalikan seperti semula. “Pihak PT Indah Karya setuju dengan kesepakatan ini. Namun, kalau masih memaksa (membangun, Red), akan kami polisikan,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Blasius Suparta, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dari BPCB Jatim. Menurutnya, apa yang dilakukan pabrik tidak sampai pada ranah perusakan. Khusus adanya cagar budaya yang telah dipindahkan, BPCB Jatim akan membantu mengembalikan. “Bahkan jika ada yang pecah, kami akan bantu menyatukan. Kami kan jagonya rekonstruksi,” terangnya.

Mengenai pemindahan situs, memang ada prosedurnya. Misalnya yang dipindah itu yang ditemukan penduduk, seperti arca, itu bisa dipindah dan deskripsikan itu apa. Selanjutnya ditaruh di museum. Namun, pemindahan itu disertai dokumentasi yang jelas.

Dia melihat, di Bondowoso banyak situs cagar budaya. Sebagai salah satu pelestarian, pemerintah harus memberi solusi. Misalnya pemilik lahan dijadikan juru pelihara (jupel) sehingga mereka mendapat gaji dari pemerintah daerah. Tugasnya hanya menjaga situs itu dan bisa menanami sekitar situs dengan tanaman yang menguntungkan. “Situs itu terjaga keasliannya, dan pemilik tanah yang menjaga dan digaji pemerintah,” pungkasnya. (*)

Reporter : Solikhul Huda, Adi Faizin

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto