Borong BBM Semakin Parah

MOTOR MODIFIKASI: Puluhan sepeda motor ini tangkinya dimodifikasi, sehingga mampu menampung BBM dengan jumlah banyak. Tiap hari, mereka antre di sekitar SPBU Ambulu.

RADAR JEMBER.ID – Menjelang hari raya Idul Fitri, aksi borong bahan bakar minyak (BBM) di beberapa SPBU semakin parah. Padahal sudah sering terjadi kebakaran saat memindah BBM dari tangki mobil ke dalam jeriken ini.

IKLAN

Contohnya, belum lama ini sepeda motor terbakar setelah kulakan bensin di sebelah timur SPBU Pecoro, Rambipuji, di depan SPBU Baratan, Patrang, dan terakhir kasus di SPBU Bangsalsari.

Bahkan, ketika pihak Pertamina melarang pembelian BBM dengan menggunakan jeriken plastik, pembeli tidak mau kehilangan akal. Mereka banyak yang menggunakan drum mini untuk kulakan ke SPBU.

Agar sekali masuk ke SPBU BBM bisa dapat banyak, maka tangki motor dimodifikasi supaya bisa menampung bensin lebih banyak. Pemilik mobil juga ikut-ikutan. Yakni mengubah tangki mobilnya, ditambah dengan tangki tambahan di bawah bak.

Pantauan Radarjember.id, setiap malam sekitar pukul 22.00 ke atas, SPBU Jalan Teuku Umar diserbu puluhan mobil yang kulakan BBM. Sementara itu, penjual eceran yang menggunakan sepeda motor biasanya kulakan malam dan pagi.

Setelah mengisi BBM ke dalam tangki motor, pemilik langsung masuk ke semak-semak di sebelah timur SPBU. Mereka memindahkan BBM itu ke  sebuah jeriken. Ada juga yang melakukan aksi borong BBM dengan membawa puluhan jeriken yang diangkut mobil Mitsubhisi L300.

Soepratigto, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Pertamina Satker Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, mengatakan, pembelian premium di masing-masing SPBU sudah ditentukan. ”Tidak boleh melayani pembelian dengan menggunakan jeriken. Sehingga harus menggunakan kendaraan bermotor, namun juga ada batasannya,” jelasnya.

Petugas SPBU pun harus lebih peka. Untuk kendaraan sepeda motor yang tangkinya dimodifikasi, tidak boleh dilayani. Sehingga petugas SPBU ini harus benar-benar melayani customer dengan sebaik-baiknya. ”Kalau memang masih ada petugas SPBU melayani motor yang tangkinya dimodifikasi, kalau ada apa-apa itu tanggung jawab mereka (penanggung jawab SPBU),” ujar Soepratigto.

Intinya, katanya, penjual BBM eceran yang membeli BBM menggunakan motor modifikasi tidak boleh dilayani. Sebab, temuan di lapangan masih banyak SPBU yang melayani pembeli BBM menggunakan tangki yang sudah dimodifikasi. ”Hal ini berbahaya, karena tangki yang dimodif itu belum standar,” pungkas Pratigto. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono