Ujian Mahasiswa Bakal via Daring

KULIAH DI KAFE: Sejak kampus memberlakukan sistem perkuliahan daring, aktivitas mahasiswa seketika bergeser secara daring pula. Mulai dari tugas, presentasi, bahkan rencananya juga ujian.

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Sejak kampus secara serentak memberlakukan sistem kuliah daring beberapa hari kemarin, rupanya berdampak pada jadwal perkuliahan mahasiswa selanjutnya. Salah satunya adanya ujian triwulan atau ujian tengah semester (UTS).

IKLAN

Informasinya, sejumlah perguruan tinggi mulai menjadwalkan UTS itu sekitar akhir Maret atau awal April mendatang. Ujian yang sedianya biasa terjadwal di kampus dan harus bertatap muka, hal itu tidak memungkinkan untuk sementara ini. Mengingat, isu persebaran virus korona kian hari semakin mengkhawatirkan.

“UTS dilaksanakan secara daring. Saat ini mahasiswa tidak ada libur, hanya mengganti metode pembelajaran saja,” kata Rokhmad Hidayat, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Universitas Jember. Meski dilakukan secara daring, ia memastikan prosesnya tetap berjalan lancar. Sebab, sistem pembelajaran tanpa tatap muka itu dianggapnya sering dilakukan para dosen dan mahasiswa.

Hanya saja, kata dia, saat persebaran virus korona makin booming saat ini, sistem pembelajaran daring diberlakukan serentak kepada dosen dan mahasiswa tanpa terkecuali. Termasuk untuk pelaksanaan UTS nantinya. Sementara itu, untuk penambahan jadwal belajar mahasiswa di rumah, belum dilakukan banyak perubahan. Karena masih mengacu pada kebijakan awal. “Sampai hari ini belum ada info penambahan jadwal itu,” imbuhnya.

Tak jauh berbeda dengan yang dilakukan di Unej, Kampus IAIN Jember juga demikian. Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (Kabiro AUAK) IAIN Jember Abd Syakur menegaskan, sampai saat ini pihaknya juga belum melakukan banyak perubahan kebijakan. Artinya, masih mengacu pada kebijakan awal, yaitu tetap memberlakukan sistem kuliah daring tanpa ada masa penambahan libur bagi mahasiswa.

“Lihat situasinya. Kalau tetap, bisa jadi dilakukan secara online,” jelasnya. Meski begitu, tak menutup kemungkinan seiring berjalannya waktu nanti, pihaknya bakal memberlakukan hal serupa. Sebab, sejauh ini belum ada batasan resmi mengenai masa aman wabah Covid-19 tersebut. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti