Jembatan Penghubung Sukorambi-Patrang Putus

TAK BISA DILEWATI: Jembatan penghubung Kecataman Sukorambi dengan Patrang di Dusun Gendir Desa Klungkung, Sukorambi, terputus akibat tergerus banjir.

SUKORAMBI.RADARJEMBER.ID- Hujan deras yang terjadi, Jumat (21/2) siang hingga malam hari, menyebabkan air Kalijompo banjir. Akibatnya jembatan beton penguhubung Kecamatan Sukorambi dengan Patrang di Dusun Gendir Desa Klungkung, terputus, Sabtu (22/2) malam, sekitar pukul 21.00.

IKLAN

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Karena saat jembatan ambrol di bagian sisi timur tidak ada kendaraan yang lewat. “Ambrolnya fondasi karena dihantam banjir bandang beberapa bulan lalu dan banjir bandang dua minggu lalu,” ujar H Mudofar Imam, masyarakat setempat.

Putusnya jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar 3,5 meter ini, mengakibatkan anak-anak yang berangkat sekolah harus memutar lebih jauh. “Karena jalan yang putus ini merupakan jalur alternatif warga yang rumahnya di wilayah Sukorambi ke Patrang,” kata Mudofar.

Memang sejak banjir bandang yang kedua terjadi, bagian fondasi sudah ambrol lebih dulu. Tapi setelah ada banjir bandang yang kedua kalinya beberapa waktu lalu, struktur bangunan fondasi yang terus tergerus air akhirnya ambrol. “Fondasi yang bagian timur ambrol. Sementara yang di bagian barat masih selamat,” tuturnya.

Untuk sementara, jalur tersebut tidak bisa dilewati kendaraan. Tapi, karena banyak orang yang masih melewati jalur ini, maka masyarakat setempat membuatkan jembatan darurat khusus untuk pejalan kaki. “Karena kalau yang pejalan kaki juga harus memutar kasihan. Memutarnya sangat jauh,” tambah Mudofar.

Kapolsek Sukorambi AKP Makrup membenarkan ada jembatan putus akibat diterjang banjir bandang. Untuk sementara, pentugas menutup jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu. “Karena fondasi yang di bagian timur dan tengah sudah mulai ambrol,” jelasnya. Rencananya, dia menambahkan, oleh masyarakat bakal dibuatkan jembatan alternatif yang dibuat dari bambu. Ini agar pengendara motor tidak terlalu jauh memutar. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih