TPA Bondowoso Overload, Bakal Diperluas Hingga 6,6 Hektare

MENGGUNUNG : Kondisi di kawasan TPA Bondowoso yang makin menggunung ini bakal dilakukan perluasan sampai 6,6 hektare

TAMAN KROCOK.RADARJEMBER.ID– Satu satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bondowoso kondisinya sudah melebihi kapasitas (overload). Sudah tidak mampu lagi menampung kiriman sampah. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari tumpukan sampah di TPA yang menggunung dan memadati area pembuangan.

IKLAN

Hal ini tak lepas dari umur TPA yang begitu tua. Dibangun sejak 1993 dengan luas yang begitu minim, yakni 1,6 hektare. Sedangkan sampah yang masuk ke TPA setiap harinya mencapai 4,2 ton dari 16 kecamatan di Bondowoso.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3), Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Abdul Asis, memaparkan, untuk menambah usia TPA pihaknya akan memperluas lahan sekitar 5,2 hektare.

“Secepatnya akan diadakan pelebaran lahan seluas 5,2 hektare, apalagi kami sudah melakukan pengadaan pada 2016 lalu seluas 3,2 hektare dan di tahun 2018 seluas 3,4 hektare. Jadi totalnya lahan yang sudah kami siapkan ada 6,6 hektare,” terangnya

Namun, dari 6,6 hektare itu akan dibagi lagi. Untuk seluas 1,4 hektare akan digunakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sisanya 5,2 hektar digunakan untuk pembangunan pelebaran TPA. “Insyaallah 2021 pembangunan ini sudah bisa terlaksana, karena DLHP akan mendapatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sudah masuk prioritas utama di pusat,” terangnya.

Selanjutnya, untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA pihaknya akan memberlakukan program Rumah Kompos dan Bank Sampah di setiap kecamatan yang ada di Bondowoso. “Langkah ini sangat penting, agar mengurangi sampah pada sumbernya. Karena sampah-sampah itu akan diolah kembali oleh masyarakat. Jadi, sampah yang masuk ke TPA adalah sampah residu, yakni sampah yang sudah dipilah dan tidak bisa diolah lagi oleh masyarakat,” imbuhnya.

Untuk pengadaan rumah kompos ini tidak lah mudah. Harus memenuhi beberapa persyaratan. “Diantaranya lahan sudah harus siap dengan luas tertentu dan status lahannya jelas kepemilikannya. Juga harus ada strukturnya, yang nantinya juga dibantu oleh tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN),” pungkasnya. (*)

Fotografer              : Muhammad Nurul Yaqin

Reporter                 : Muhammad Nurul Yaqin

Reporter :

Fotografer :

Editor : Hafid Asnan