Tersangka, Kunci Pembuka Kotak Pandora

Kejaksaan Diminta Ungkap Bos Besar Fariz

TERSANGKA BARU: M Fariz Nurhidayat ditetapkan sebagai tersangka kedua kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan. Dia menghindari sorot kamera wartawan saat digelandang jaksa ke mobil tahanan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harapan terkuaknya aktor besar yang menjadi pemain berbagai proyek bermasalah di Jember semakin terbuka. Ini setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Manggisan. Kemarin (23/1) sore, giliran M Fariz Nurhidayat yang menjadi tersangka. Dia merupakan konsultan perencana pembangunan pasar tradisional yang berada di Kecamatan Tanggul tersebut.

IKLAN

Nama Fariz, yang sebelumnya disebut FR, cukup populer pascainsiden ambruknya bangunan Kantor Kecamatan Jenggawah. Pria itu sempat menghilang setelah juru warta mencari tentang profil pemuda yang ditengarai menjadi konsultan perencana pada puluhan megaproyek di Jember ini. Setelah sekian lama tak kelihatan, sosoknya tiba-tiba muncul menjadi tersangka di kasus berbeda. Namun, kabar ini tak begitu mengejutkan.

Dengan ditetapkannya Fariz sebagai tersangka, laju penegakan kasus korupsi di Jember seolah mendapat amunisi baru. Sebab, dia disebut-sebut merupakan kunci yang bisa membuka ‘Kotak Pandora’. Dalam mitologi Yunani, setelah Kotak Pandora terbuka, kotak itu mengeluarkan segala keburukan yang berhamburan dalam berbagai macam dan wujud. Fariz diharapkan bisa menyibak siapa saja orang yang terlibat dalam proyek lancung tersebut. Sebab, selain namanya tercatut dalam kasus Pasar Manggisan, tersangka juga disebut menjadi konsultan perencana pada puluhan proyek jumbo lainnya di Jember. Dia juga ditengarai tak bekerja sendiri.

Sebelum resmi menyandang status tersangka, pria asli Jember itu kemarin diperiksa sebagai saksi selama hampir tujuh jam. Pada pemeriksaan kedua sebagai saksi ini, Fariz terlihat masuk ke kantor Kejari Jember pada pukul 09.00 dan baru keluar sekitar pukul 16.00. Fariz keluar menggunakan rompi merah muda dan dikawal oleh para jaksa. Menggunakan penutup wajah, pemuda kelahiran 1990 ini irit bicara ke awak media. Hanya saja, dia sempat berteriak “Ini fitnah, Allah tidak tidur,” pekiknya, saat berada di mobil tahanan.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengonfirmasi penetapan tersangka Fariz ini. “Hari ini (kemarin, Red) kami tetapkan satu tersangka lagi terkait proyek Pasar Manggisan. Nantinya akan dilakukan penahanan 20 hari ke depan. Fariz ini sebagai konsultan perencana di proyek itu,” ucapnya.

Bukan rahasia umum, Fariz diduga menangani banyak proyek yang ada di Kabupaten Jember. Namun, Agus mengatakan, pihaknya masih menindaklanjuti laporan tersebut. “Yang jelas, dia punya peran di Pasar Manggisan dan melakukan perbuatan melawan hukum,” ungkapnya.

Bahkan, isu yang berkembang, Fariz memiliki kedekatan dengan Bupati Jember. Namun, Agus tak ingin menanggapi hal tersebut. Tersangka, menurutnya, selama diperiksa jaksa cukup kooperatif. “Kalau keterkaitan dengan tersangka sebelumnya atau lainnya, itu nanti dulu. Yang jelas, penyidik sudah yakin dengan alat bukti yang ada. Alat bukti keterangan saksi dan surat termasuk kerugian negara dari ahli,” beber Agus.

Hanya saja, Agus masih enggan membocorkan apakah ada peran orang lain yang berada di atas Fariz. Sebab, itu masih menjadi substansi penyidikan aparat kejaksaan.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Setyo Adhi Wicaksono membenarkan bahwa Fariz adalah konsultan perencana. Namun, dalam proyek ini dia meminjam bendera. “Fariz ini yang membuat perencanaannya. Sejauh ini penyidikan yang kami lakukan masih Pasar Manggisan, di RTLH ya beliau juga,” jelasnya.

Kasus RTLH atau renovasi rumah tidak layak huni adalah perkara lain yang juga ditangani kejaksaan. Dalam kasus ini, jaksa telah menetapkan dua tersangka yang telah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Nama Fariz juga ada dalam proyek yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 476 juta lebih itu.

Setyo tak memerinci berapa jumlah proyek yang perencanaannya dipegang Fariz. Dia hanya menyebut banyak. Kendati begitu, dirinya belum mengungkapkan apa kesalahan yang dilakukan tersangka dalam perencanaan proyek Pasar Manggisan tersebut. “Itu substansi (penyidikan, Red), nanti akan diuji di persidangan,” paparnya.

Kendati begitu, Setyo memastikan, tim penyidik sudah mengantongi minimal dua alat bukti untuk menjerat Fariz. Bahkan, ada tiga alat bukti. Fariz, dijelaskannya, juga menikmati aliran dana dari penyelewengan pembangunan pasar tradisional itu. “Tapi kami juga tetap pegang asas praduga tak bersalah di sidang tipikor nanti,” imbuh dia.

Pasca-ditetapkan tersangka, jaksa langsung menahan Fariz. Dia dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember sebagai tahanan titipan. Pertimbangannya, tersangka dikhawatirkan melarikan diri atau menghilangkan alat bukti, dan bisa mengulang perbuatannya kembali. “Seperti yang kami sampaikan kemarin, tim penyidik akan terus mengembangkan kasus ini,” jelas Setyo.

Bahkan, Setyo berani mengatakan, dalam waktu dekat, sesuai dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya yang sudah tercatat di berita acara pemeriksaan (BAP), aparat Adyaksa bakal membikin kejutan lagi. “Tidak menutup kemungkinan ada lagi tersangka baru,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih