Satreskoba Bekuk Dua Pengedar Okerbaya

TAK BISA MENGELAK: Dua tersangka pengecer dan pengedar okerbaya tak bisa berkelit lagi, karena keduanya tertangkap bersama sejumlah obat berbahaya yang tak disertai izin edar.

PATRANG.RADARJEMBER.ID- Meski tidak sedikit pengedar obat keras berbahaya (Okerbaya) ditangkap dan dipenjara, namun masih ada saja pelaku lain yang bermunculan. Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jember, meringkus dua pengedar okerbaya. Kedua pelaku ditangkap pada hari yang sama, Selasa (21/1), namun di lokasi berbeda.

IKLAN

Pertama, polisi menangkap Sutikno, 23, warga Jalan Kaca Piring III Lingkungan Gebang Tunggul, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Pemuda yang akrab disapa Tik ini, dibekuk petugas saat sedang berada di rumahnya, pukul 13.30. Barang bukti yang diamankan di antaranya 360 butir pil Trihexyphenidyl alias Trex, sebuah HP, dan uang tunai Rp 208 ribu.

Dalam interogasi singkat, tersangka Tik mengaku mendapat Okerbaya itu dari Ahmad Jumari, 27. Setelah mendapat pengakuan itu, polisi kembali bergerak dan menangkap Jumari saat sedang berada di rumahnya di Dusun Krajan II, Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, sekitar pukul 15.00. Jumari tak berkutik dan mengakui semua perbuatannya.

Selain menangkap Jumari, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya okerbaya berlogo Y sebanyak 73 butir, bungkus rokok, sebuah HP, dan uang tunai Rp 112 ribu. Kepada petugas, Jumari mengakui saat melakukan transaksi dengan tersangka Tik melalui HP. Kemudian barang yang dipesan diserahkan kepada seseorang dan tersangka Tik tinggal mengambilnya.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal melalui Kasat Reskoba Iptu Agung Joko Hariyono, membenarkan penangkapan kedua tersangka tersebut. Menurut Agung, selain melanggar izin edar, okerbaya juga sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. “Untuk itu, kami akan terus mengembangkan kasus ini, supaya peredaran okerbaya di Jember bisa diminimalisasi,” ujar Agung. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih