Serunya Nobar di Museum Kereta Api Bondowoso

RAMAI: Sejumlah penonton terlihat antusias saat melihat film yang mengisahkan tentang perjuangan Soekarno dalam pembukaan museum KAI di Bondowoso.

RADARJEMBER.ID, BONDOWOSO- Film Perjuangan mengisahkan Soekarno disuguhkan dengan layar lebar di Museum KAI Bondowoso, Kamis (23/8).  Kegiatan tersebut merupakan gawe PT KAI untuk menyemarakkan Museum Kereta Api Bondowoso.

IKLAN

Berbagai tohoh hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya Asisten 1 Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Joko Widagdo, Kepala Dinas Pendidikan Harimas, Kapolsek Kota AKP Yunarianto, dan beberapa tamu lainnya. Komunitas Rail Fans Banyuwangi dan Jember juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Agung Tri Handono mengungkapkan, pihaknya menyambut baik acara tersebut. Pemkab Bondowoso memiliki semangat yang sama. Yakni sama-sama memajukan Museum KAI Bondowoso. “Kami berharap ada sentuhan dari PT KAI, dan Pemkab bisa mendorong kunjungannya,” katanya.

Kepala Daop 9 Joko Widagdo mengatakan, pemutaran film perjuangan selain dimaksud untuk meramaikan Museum KAI Bondowoso, juga sebagai sarana edukasi. Harapannya para pemuda yang melihat bisa mempelajari sejarah Indonesia. “Museum KAI Bondowoso adalah salah satu dari empat museum yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Ada empat museum kereta api di Indonesia. Pertama adalah Museum Kereta Api Ambarawa. Letaknya di  Jl. Panjang Kidul No.1, Panjang Kidul, Panjang, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Kedua adalah Bondowoso Rail and Trail Museum di Kecamatan Kota, Bondowoso, Jawa Timur. Ketiga Historit Building Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah. Keempat adalah Sawah Lunto Rail and Train Museum di Sumatra Barat.

Dijelaskan, rangkaian nonton bareng ini didahuli dengan agenda sosialisasi ke sekolah-sekolah di Bondowoso. Yang menjadi tempat adalah SD Muhammadiyyah Bondowoso, SDN Dabasah 5 Bondowoso, MTs Negeri 2 Bondowoso, SMPN 3 Bondowoso, SMAN 2 Bondowoso dan SMKN 2 Bondowoso.

Para pemuda dari PT KAI diterjunkan sebagai pemateri. Yakni Reynold Parulian Napitupulu, Assistant Manager Documentation, Education, And Promotion; Mohammad Iqbal Romadhon, Staff Documentation, Education, And Promotion; dan Ibnu Fauzan, Staff Preservation and Museum Control. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Mahrus Sholih