Tak Takut dengan Lawan Senior

Jessie Djalimin

RADAR JEMBER.ID –  Satu medali emas di Kejurnas 2017, satu emas lagi di Kejurnas 2018, tiga emas di Kejurprov 2018, dua emas di Kejurnas 2019, dan satu perunggu di Porprov Jatim 2019. Prestasi ini tentu bukan main-main bagi atlet Jember. Lebih istimewanya, deretan medali ini dibawa pulang oleh atlet wushu cilik berusia 12 tahun. Namanya, Jessie Djalimin.

IKLAN

Tak hanya itu, Jessie juga bakal terbang ke Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, dan berlaga di kejuaraan dunia wushu junior Asia 2019, 18-24 Agustus mendatang. Kejuaraan tersebut menjadi ajang yang bergengsi yang diadakan oleh federasi wushu dunia, yakni International Wushu Federation (IWU).

Dari Jawa Timur, Jessie berangkat bersama lima orang atlet wushu lainnya yang juga akan menjadi wakil Indonesia. Sebelum berangkat ke Brunei, gadis cilik ini terlebih dahulu terbang ke Jakarta guna mendapatkan pembekalan dari Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI). Jessie juga menjadi atlet paling muda dari tim Puslatda Jawa Timur. “Apalagi, baru pertama kali ini dia mewakili Indonesia bermain di event internasional di luar negeri,” ujar Judirman Djalimin, ayahanda Jessie.

Jessie juga tercatat sebagai atlet paling muda asal Jember yang meraih medali dalam ajang Porprov Jawa Timur, kemarin. Meski masih berusia 12 tahun, bungsu dari dua bersaudara ini mampu menggondol medali perunggu. “Semua lawannya di Porprov kemarin sudah senior dan usianya jauh di atas Jessie,” terang Hodo Ifah, pelatih Jessie.

Remaja yang kini baru duduk di kelas 7 SMPK St. Petrus Jember ini memang digadang-gadang menjadi atlet wushu andalan Jember. Bahkan, dalam ajang Porprov kemarin, Jessie sukses menyabet medali perunggu di antara lawan-lawan senior yang dia hadapi.

“Evaluasi di Porprov kemarin, Jessie ini masih kurang besar power-nya. Kemudian juga harus memperbanyak latihan lompat agar lebih bagus lagi gerakannya. Karena wushu taolu menampilkan seni jurus,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti