Sediakan Ruang untuk Berekspresi

RADAR JEMBER.ID –Angin kencang yang berembus rupanya cukup membuat peserta Jember Fashion Carnaval (JFC) Kids Carnival kerepotan. Dengan kostum yang berukuran jauh lebih besar dari badan mereka, ratusan peserta berusia belia itu harus berjibaku melawan terpaan angin sepanjang sore. Ini adalah pemandangan yang tampak dalam perhelatan JFC hari kedua yang berlangsung Agustus 2018 lalu.

IKLAN

Seperti hari-hari sebelumnya, kala itu cuaca memang lumayan dingin dan berangin. Beberapa peserta terlihat terhuyung ketika berjalan di sepanjang runway Jalan Sudarman. Bahkan, di beberapa defile, aksesori kostumnya harus dipegangi oleh orang dewasa yang ikut mendampingi peserta.

Ada hal unik yang tampak dalam perhelatan JFC Kids Carnival tersebut. Dua defile diikuti oleh anak-anak dari sekolah inklusi. Kedua defile tersebut adalah defile Saudi Arabia dan India. Mereka adalah siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Star Kids dan Smile World RS Bina Sehat.

Beberapa anak harus didampingi secara khusus oleh orang dewasa. Salah satu peserta pun terlihat tidak lepas dari gandengan pendampingnya. Namun, dengan segala keterbatasan tersebut, senyum mereka tak sekalipun menghilang dari wajah semringahnya. Rupanya, ajang ini ingin memperlihatkan bahwa anak berkebutuhan khusus juga bisa membuat prestasi yang membanggakan.

Seperti 2018 lalu, tahun ini perhelatan JFC Kids Carnaval juga bakal digelar. Menurut Bupati Jember dr Hj Faida MMR, gelaran tersebut menjadi ajang bagi anak-anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Termasuk bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. “Saya yakin, keikutsertaan mereka tak hanya menumbuhkan keberanian dan kreativitas, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri,” katanya.

Lebih jauh, Bupati Faida mengungkapkan rasa bangganya, karena anak-anak mampu tampil dan beraksi di depan umum dengan percaya diri. Menurutnya, orang tua tetap berkewajiban mengarahkan mereka pada kegiatan-kegiatan positif, sehingga kelak mereka dapat menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter. “Serta tidak kehilangan jati diri. Ini yang penting,” tutur bupati.

Ruang ekspresi lain juga disediakan Pemkab Jember. Seperti pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di sejumlah kecamatan. Di fasilitas publik ini, pemkab tak hanya menyediakan sarana rekreasi keluarga yang murah dan nyaman, tapi juga ramah terhadap anak. Di setiap RTH juga dibangun fasilitas bermain bagi anak.

Di RTH Balung misalnya, anak bisa leluasa bermain. Tak hanya berlarian di tengah lapangan hijau sembari bermain laying-layang, mereka juga bisa bergembira dengan main ayunan, jungkat-jungkit, dan seluncuran yang tersedia di pojok RTH. Semua fasilitas itu bisa dinikmati secara gratis. (*)

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih