Penuhi Hak-Hak Anak

RADAR JEMBER.ID – Membangun Jember sejatinya membangun sumber daya manusia. Kalimat ini sering kali disampaikan Bupati Jember dr Hj Faida MMR dalam berbagai kesempatan. Tak heran bila program-program pemerintah selama kepemimpinan bupati perempuan pertama di Jember ini sangat konsen dalam hal membangun sumber daya manusia (SDM) dari jenjang anak usia dini hingga perguruan tinggi.

IKLAN

“Pemkab Jember juga memberikan beasiswa kepada 10 ribu anak Jember untuk kuliah hingga perguruan tinggi di mana pun kuliahnya,” ujar bupati lulusan cum laude pascasarjana Universitas Gajah Mada ini.

Tidak heran pula, bupati hasil pemilihan rakyat ini mendapatkan berbagai penghargaan nasional menyangkut perhatian terhadap anak dan pengembangan SDM.

Pada tahun 2018 lalu, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Faida juga memperoleh penghargaan langsung dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai kabupaten ramah anak berpredikat Pratama. Ini pertama kalinya Kabupaten Jember menerima penghargaan kota ramah anak.

Penghargaan itu hasil dari penilaian tim kementerian pada 2017. Komitmen Pemkab Jember menjadikan Jember sebagai kota ramah anak ini bisa dilihat dari upaya yang telah dilakukan Bupati Faida. Pertama, hak-hak sipil dan kebebasan anak benar-benar menjadi perhatian khusus. Misalnya, hak-hak anak untuk mendapatkan adminduk berupa Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak-anak di Jember sudah hampir mencapai 100 persen.

Bahkan, sejak tahun 2017, pemkab juga memberikan sertifikat penghargaan bagi bayi yang lahir tanggal 1 Juni di Kabupaten Jember. Pemerintah langsung melayani akta kelahiran, perbaikan KK, dan kepengurusan KIA bagi bayi yang lahir pada 1 Juni di puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, sudah ada program setiap bayi lahir langsung mendapatkan akta kelahiran secara gratis.

Tidak hanya itu, anak-anak penyandang disabilitas dan stunting di Jember juga mendapat pemenuhan hak kesehatan dasarnya. Mereka diberi asuransi kesehatan dari program Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) dengan anggaran Pemkab Jember. Termasuk akses anak-anak di puskesmas dan rumah sakit yang telah menyediakan ruang khusus anak. Bahkan, tahun 2019 ini, di beberapa kecamatan telah dibangun fasilitas khusus bermain untuk anak pada ruang terbuka hijau (RTH).

Tak kalah seriusnya, anak-anak penyandang disabilitas di Jember oleh Bupati Faida diberikan kebebasan untuk memilih sekolah. Bahkan, semisal menunjuk sekolah tak inklusi, Pemkab Jember yang akan memenuhi ketersediaan guru inklusi di sekolah yang diminati penyandang disabilitas ini.

Tidak sampai di situ, anak-anak tidak mampu dan disabilitas juga bisa bersekolah gratis dan mendapat beasiswa. “Mendapatkan pendidikan layak dan beasiswa bagi yang tidak mampu dan berprestasi menjadi hak anak. Pemerintah harus hadir memberikan dukungan dan fasilitas, salah satunya memberikan beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi,” ujar bupati penerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI ini.

Fasilitas publik juga telah diinstruksikan untuk memberikan ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas agar bisa diakses. Saat ini, sudah banyak fasilitas publik, pusat layanan masyarakat, dan mal (mall), hingga perusahaan, yang memberikan layanan khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Perlindungan dan bantuan juga diberikan untuk anak-anak yang kebetulan berhadapan dengan persoalan hukum, dengan menyediakan bantuan hukum yang anggarannya dibiayai oleh pemkab. Kabupaten Jember juga dikenal dengan perlindungan terhadap anak-anak migran dengan adanya lingkungan keluarga dan pengasuhan anak alternatif. Salah satunya ada di wilayah Kecamatan Ledokombo. Kendati orang tua anak jadi TKI dan TKW, hak anak tetap terpenuhi. (*)

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Mahrus Sholih

Editor : Mahrus Sholih