Guru Bentak Anak Didik Bakal Disanksi

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Kekerasan pada anak belakangan ini sering kali tak mendapat perhatian serius. Namun, di salah satu TK yang terletak di Kelurahan Jogotrunan Kecamatan Lumajang, caranya sudah berjalan efektif. Guru dilarang membentak murid. Mencubit sekalipun bakal kena sanksi. Ini semua bertujuan untuk mencegah kekerasan pada anak.

IKLAN

Hari Sukamti Kepala TK Kartika menjelaskan, anak-anak harus dibatasi dalam hal bermain gadget. Terutama dalam pertemuan wali murid dan guru. Hal ini bertujuan untuk menghindari anak terhadap intensitas penggunaan gadget yang terlalu sering. “Disetiap kali ada pertemuan komite baik wali murid, kita membiasakan anak tidak dipengaruhi HP,” ujarnya.

Tak hanya itu, perempuan berusia 51 tahun ini juga mengungkapkan, TK yang telah menampung 140 murid itu juga tidak memperbolehkan pemakaian perhiasaan di sekolah. Kebijakan ini dibuat untuk menghindari yang bisa memicu kejahatan pada anak. Hal ini telah disampaikan pada wali murid pada awal pertemuan. Sehingga jika ada yang melanggar segera dikenai teguran.

TK tersebut kata dia juga membuat kebijakan kepada guru selama proses belajar-mengajar berlangsung. Salah satunya guru tidak boleh membentak ataupun bersikap keras terhadap anak. “Kita juga ada aturan untuk guru, misalnya guru tidak boleh mencubit,” tuturnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari kekerasan pada anak di dalam kelas.

Baginya, keterkaitan yang erat antara wali murid dan guru juga merupakan sebuah sinergi untuk melindungi anak. Sebab, wali murid harus mengkonfirmasi kepada guru apapun yang terkait tentang anak di sekolah. Misalnya saja seperti telat menjemput anak. Hal ini agar pihak sekolah bisa memastikan anak pulang ke rumah dengan selamat.

Dalam rangka memperingati hari anak yang jatuh tanggal 23 juli 2019, pihaknya berharap agar ada aturan yang lebih jelas terkait perlindungan anak. Terutama untuk orang tua. Agar lebih fokus pada anaknya. “Harapan saya agar orang tua melakukan pengawasan terhadap anaknya, terutama dalam bermain HP. Soalnya anak gampang meniru,” pungkasnya.

Reporter : mg4

Fotografer : mg4

Editor : Hafid Asnan