Ban Kempis Tak Jadi Alasan untuk Kalah

Abdullah Faqih Putra (Peraih Emas Porprov Jatim 2019 Nomor Putra-MTB Down Hill)

RADAR JEMBER.ID – Dalam setiap kemenangan, selalu ada drama yang bisa saja terjadi tanpa diduga. Begitu pula yang dirasakan Abdullah Faqih Putra ketika berjuang dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) 2019, awal Juli lalu.

IKLAN

Dalam ajang tersebut, Faqih yang merupakan pesepeda andalan Jember berhasil menorehkan catatan waktu yang memukau di nomor Putra-MTB Down Hill yang digelar di Bukit Watu Rampit, Desa Perunggangan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban.

Faqih berhasil menorehkan catatan waktu 02:39:257. Catatan waktu itu jauh dibandingkan peringkat dua dan tiga, yakni M. Bima Saputra  dari Kota Blitar dan Dois Audi Fikriansyah dari Kota Malang. Bima yang meraih medali perak mencatatkan waktu 02:45:582, sedangkan Audi mencatatkan waktu 02:49:265 dengan raihan medali perunggu.

Catatan waktu ini sejatinya sedikit ‘ternoda’ akibat insiden teknis di tengah lintasan. Memasuki 500 meter jelang finis, ban sepedanya kempis tanpa diketahui penyebabnya. Sirkuit ini memang cukup sulit karena banyak bebatuan. Selain Faqih, tak sedikit pesepeda yang mengalami ban bocor, termasuk peserta dari tuan rumah. “Tapi karena memang punya mental juara, dia tetap paksakan sehingga bisa mencapai finis di urutan pertama,” ujar Muhtarom, sekretaris Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jember.

Sebelum ini, kiprahnya pun cukup membanggakan. Salah satunya saat kejuaraan nasional IDH Djarum Super Serie I yang digelar di Watu Cenik Wonogiri, 30 Juni silam, dengan prestasi pada podium 5. “Di atas kertas, kita sudah optimistis dia bisa menang mudah. Karena waktu Kejurnas kemarin, dia dapat medali perak, kalah dari Bali. Sehingga kalau di level Jatim, dia bisa diandalkan,” lanjut Muhtarom.

Cabor sepeda Jember memang berstatus kuda hitam. Biasanya, atlet sepeda Jember berlatih di puncak Rembangan. Dengan trek yang tak standar, mereka terus giat berlatih. Bahkan, pola trek baru sampai mereka ubah di Rembangan. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti