Rela Berdesakan demi Uang Baru

ANTUSIAME TINGGI: Hari pertama dibuka, warga mengantre untuk menukar uang baru di Alun-Alun Jember, kemarin. Penukaran uang akan dilakukan sampai 29 Mei 2019

RADAR JEMBER.ID – Ratusan warga berkumpul di Alun-Alun Jember, kemarin (22/5). Mereka sudah mengantre untuk tukar uang persiapan Lebaran. Rupanya, minat mereka begitu tinggi untuk memiliki uang pecahan mulai Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu.

IKLAN

Penukaran uang memang baru dilakukan pada 22 Mei kemarin akan berakhir pada 29 Mei 2019 mendatang. Hari pertama dibuka, antusiasme warga begitu besar untuk melakukan penukaran. ”Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,1 triliun,” kata Kepala KPwBI Jember Hestu Wibowo.

Dalam memberikan layanan tukar uang baru, KPwBI mengajak 8 perbankan di Jember dengan menggunakan unit-unit mobil mereka. Yakni 4 bank BUMN mulai dari Mandiri, BNI, BRI, hingga BTN.

“Kemudian empat bank swasta, yakni  Muamalat, BCA, Bank Jatim, dan Bank Jatim Syariah,” jelasnya. Selain itu, KPwBI juga menggandeng sejumlah BPR di Jember agar bisa memberikan layanan. Sebab, BPR menjangkau di daerah-daerah pelosok.

“Jadi, juga kami minta untuk memberikan pelayanan,” ujarnya. Selain itu, penukaran uang baru juga bisa dilakukan di semua bank. Masyarakat  bebas melakukan penukaran uang baru, tidak perlu punya rekening bank yang dituju.

“Silakan langsung menukarkan, jadi bebas,” imbuhnya. Di samping itu, warga yang berasal dari daerah pelosok juga tidak perlu ke kota untuk menukar uang. Sebab, juga membuka pelayanan penukaran uang baru beberapa kecamatan di Jember.

“Ada sekitar 8 kecamatan, dan kami bekerja sama dengan Disperindag,” paparnya. Kegiatan itu dilakukan bersamaan dengan adanya pasar murah yang digelar pemerintah.

Hestu menambahkan, total anggaran untuk penukaran uang baru meningkat jika dibandingkan tahun 2018. Tahun sebelumnya itu Rp 4,3 triliun, sekarang mencapai Rp 5.1 triliun. “Peningkatannya sekitar 12,4 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, Sulastri, salah satu warga yang menukarkan uang menambahkan uang tersebut akan dipakai untuk Lebaran. Yakni diberikan pada sanak familinya yang masih kecil. “Kan sudah tradisi memberi uang, ini nanti dibagi pas Lebaran,” tandasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Hadi Sumarsono