Protes Jalan Rusak dengan Bagi-Bagi Masker

BIAR TETAP SEHAT : Sejumlah aktivis karang taruna membagikan masker pada pengguna jalan karena banyak debu yang disebabkan kerusakan jalan

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Semangat kepedulian sosial ditunjukkan oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Dalam menyikapi permasalahan debu akibat jalan rusak yang menghubungkan Desa Bades dan Kalibendo mereka membagikan masker.

IKLAN

Dalam aksinya para pemuda membagikan ratusan masker kepada para pengguna jalan yang sedang melintas. Satu per satu dari mereka berdiri di sepanjang jalan sambil bergantian membagikan masker yang sudah mereka persiapkan.

Aksi yang digelar di sepanjang jalan depan Puskesmas Bades itu rupanya begitu mendapat respon antusias dari warga dan pengendara. Menurut Syaihul Mizan, Ketua Karang Taruna Bades, selama ini masyarakat selalu mengeluhkan polusi debu. Itu dampak lain selain  kondisi jalan yang membahayakan.

Banyaknya lubang besar dan jalanan berbatu semakin membuat resah para pengendara. Terlebih usai musim hujan masyarakat mengeluhkan tingginya polusi debu saat mobil truk seringkali melintasi jalan tersebut. “Semakin hari jalanan semakin rusak. Sudah berlubang, debu pun sangat mengganggu. Apalagi jalan ini memang menjadi akses kendaraan roda empat seperti truk yang seringkali melintas di jalan ini,” katanya  di lokasi.

Untuk itu, dia ingin warga yang melintas tidak terlalu risau dan resah akibat terdampak polusi debu. Meskipun sebenarnya apa yang kita lakukan ini hanya sebatas meminimalkan dampak polusi debu dengan menggunakan masker.

Dalam aksi sosial ini sekurangnya ada sekitar 300 masker yang dibagikan. Rencananya akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kesehatan pengendara.

Ahmad Rozikin seorang pengendara motor merasa terbantu dengan kegiatan bagi-bagi masker. “Biasanya keburu nyalip truk jika berada di belakangnya. Ya karena debunya itu seakan susah nafas,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Ismiati bahwa polusi debu ini sangat mengganggu. Dia sempat bersenggolan dengan sesama pengendara hanya karena sebatas ingin terhindar dari dampak polusi debu. “Setiap di belakang mobil biasanya pengendara motor sesegera mungkin sama-sama ingin menyalip. Beberapa waktu lalu sempat saya hampir jatuh bersenggolan dengan pengendara lain hanya karena menghindari polusi debu,” ungkapnya.(*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Narto