Identitas Begal Sudah Dikantongi

Kapolres ketika mendatangi lokasi kejadian

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Siapa begal yang nekat bertindak keji membacok korbannya sampai kemarin masih misterius. Hanya saja, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi sudah mengantongi sejumlah nama yang dicurigai. Dalam waktu dekat, bakal dirilis.

IKLAN

Tim Cobra Polres Lumajang merespon cepat terhadap aksi pembegalan yang menimpa Abdul Wafi. Aksi brutal kawanan begal bahkan hingga melukai kepala bagian belakang remaja 17 tahun itu. Beruntung nyawa korban dapat diselamatkan dengan langsung dilarikan ke RSU Haryoto Lumajang beberapa saat setelah kejadian.

Menyikapi peristiwa liar dan brutal yang jadi aksi kawanan begal, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, mengatakan bahwa dirinya sudah mengerahkan anggotanya. “Sudah kami ekrahkan anggota untuk menangkap kawanan begal yang sehari sebelumnya kembali melancarkan aksi kejahatannya,” katanya.

Untuk melacak dan mempersempit ruang gerak pelaku begal, polisi hampir seharian tadi melakukan penyisiran di kawasan Klakah. Yang merupakan tempat dimana disinyalir para kawanan begal melancarkan aksinya. “Tadi kita sudah door to door mempersempit ruang gerak kawanan begal,” kata Hasran menjelang petang kemarin.

Disampaikan pula bahwa hasil penelusuran tim Cobra Polres Lumajang, yang merupakan hasil pengembangan cepat yang dilakukan jajarannya dalam mengungkap kasus pembegalan motor itu. Bahkan identitas dari para kawanan begal motor saat ini sudah dikantongi oleh tim cobra. “Identitas para pelaku begal sudah kita kantongi. Tim cobra sudah bergerak untuk ini,” ujar Hasran yang juga sebagai Ketua Tim Cobra Polres Lumajang.

Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, menjelaskan dirinya akan semakin mengintensifkan jajarannya untuk memburu dan menangkap kawanan begal. Bahkan hasil penelusuran jajarannya di wilayah Klakah dan sekitarnya pihaknya kembali menangkap salah seorang yang diduga begal.

Menurut Arsal, seseorang yang telah diamankan polisi kedapatan membawa celurit. Saat itu dirinya bersama temannya lari tunggang langgang saat tim cobra berusaha menangkapnya. Beruntung untuk temannya bisa melarikan diri. “Tadi kita telah menangkap seorang yang kedapatan membawa celurit. Teman satunya lari. Sekarang yang bersangkutan sudah kita amankan di Mapolres,” terang Kapolres.

Kapolres sendiri dalam pembongkaran kasus ini tidak akan main-main. Bahkan dirinya tidak akan pernah kompromi terhadap kasus kejahatan apalagi yang berurusan dengan keselamatan nyawa manusia. Lebih lanjut, Arsal menegaskan bahwa pihaknya sudah akan terus melakukan pemutusan mata rantai jaringan yang bisa menimbulkan aksi kejahatan di wilayah Lumajang.

Pangsa pasar yang selama ini disinyalir menjadi salah satu penyebab munculnya aksi kejahatan kawanan begal pun juga tidak luput dari upaya nyata kepolisian. Bahkan rencananya akan menggencarkan operasi dalam rangka memangkas mata rantai aksi begal menyuplai hasil barang curian. “Saya juga akan putus mata rantai begal yakni pangsa pasarnya. Karena dengan pangsa pasar yang masih leluasa, para begal bisa menjalankan transaksi hasil kejahatannya. Ini akan kita bereskan,” tegas Arsal

Dia juga mengharapkan peran masyarakat agar tidak mendukung upaya-upaya yang bisa mengarah kepada aksi begal dalam memasarkan motor bodong. “Tentunya kami berharap kepada masyarakat Lumajang agar tidak lagi membeli motor bodong. Hal ini karena dimungkinkan bisa membuat aksi para begal berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Narto