Alumni Dukung Jadi UIN KH Achmad Siddiq

RADAR JEMBER.ID – Dukungan terhadap usulan agar IAIN Jember beralih status menjadi UIN terus mengalir. Tak hanya dari para tokoh, namun juga para alumninya. Apalagi, nama yang diusulkan adalah tokoh asal Jember sendiri, yakni KH Achmad Siddiq.

IKLAN

Imam Syafii misalnya. Alumnus AIN Jember pada 1991 itu setuju dengan ide itu. “Menurut saya sangat bagus sekali kalau jadi nama UIN KH Achmad Siddiq,” kata Pengasuh Ponpes Nurul Qurnain di Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, itu.

Sebab, hal itu akan meningkatkan kemajuan lembaga pendidikan IAIN Sendiri. Tidak hanya mencetak lulusan yang memahami ilmu keislaman, namun memiliki wawasan yang luas seperti KH Achmad Siddiq. “Ilmu umum juga bisa lebih menguasai,” tuturnya.

Syafii menilai, nama UIN KH Achmad Siddiq termasuk usulan yang perlu didukung. Apalagi, KH Achmad Siddiq termasuk salah satu pendiri kampus Islam Nusantara tersebut. “Beliau juga sebagai tokoh nasional,” tegasnya.

Kemudian, warga Nahdliyin juga menilai KH Achmad Siddiq sebagai mujaddid atau tokoh. Sebab, konsep-konsepnya dalam kenegaraan dan keislaman yang cukup mapan. Sampai sekarang, konsep tersebut tetap relevan.

Sebagai alumnus, Syafii merasa bangga dengan kemajuan IAIN Jember sendiri. Baik dari kemajuan pembangunan fisik maupun pengelolaan kampus sendiri. “Begitu juga terkait semakin bertambahnya prodi (program studi) yang dibutuhkan warga,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, ketika kampus tersebut beralih status menjadi UIN, maka akan semakin membuat para alumninya bangga. “Harapan kami kalau jadi UIN, harus lebih profesional dan peningkatan keilmuan,” tuturnya.

Khazanah keislaman dan keilmuan bisa terus dikembangkan di kampus tersebut. Sarana terus dikembangkan semakin lebih baik. “Sehingga warga (Jember) tidak perlu ke Surabaya atau Malang untuk kuliah di UIN,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Hadi Sumarsono