Hoaks Merambah Pasar Tanjung

 Warga dan Pedagang Tuntut Tangkap Penyebar Isu

TETAP LANCAR: Kabar penutupan Pasar Tanjung selama dua sampai tiga hari dinyatakan hoaks oleh Pemkab Jember. Pedagang dan konsumen diimbau untuk tetap berdagang seperti biasanya.  

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Oknum tak bertanggung jawab berulah di Kabupaten Jember. Kali ini, virus korona menjadi dasar pembuatan kabar hoaks. Sebagian orang pun resah begitu membaca pesan berantai kemarin (21/3). Pesan tersebut muncul di berbagai grub WhatsApp dan medsos lain. Warga meminta polisi untuk bertindak tegas dan menangkap pelaku yang belum diketahui identitasnya itu.

IKLAN

Sepenggal isi kabar hoaks yang beredar yakni: Per hari Senin besok, Pasar Tanjung tutup 2-3 hari. Warga yang menerima pesan itu langsung resah karena menduga ada kasus korona di kawasan tersebut. Terlebih, berdasar alasan penutupan yang disebar, pasar bakal ditutup lantaran akan ada penyemprotan.

Mengonfirmasi kebenaran pesan berantai itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember Gatot Triyono menegaskan bahwa kabar Pasar Tanjung akan tutup adalah hoaks. Gatot menyebut, Pemkab Jember tidak melakukan penutupan pasar.

“Terkait dengan kabar yang beredar bahwa akan dilakukan penutupan pasar. Dapat kami sampaikan bahwa hal tersebut tidak benar atau hoaks. Hingga hari ini, belum ada arahan untuk melakukan penutupan pasar,” kata Gatot yang juga Humas Pemkab Jember tersebut.

Sejauh ini, Pemkab Jember hanya mengimbau agar masyarakat kooperatif dan mengikuti petunjuk pencegahan virus korona. Sedapat mungkin, masyarakat banyak beraktivitas di rumah masing-masing. Tidak mendatangi tempat-tempat ramai, kecuali ada hal penting, serta tetap waspada sekali tidak ada yang positif korona di Jember.

“Para pedagang dan konsumen diimbau mengikuti panduan pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan pasar. Pedagang dan konsumen sebaiknya tidak bersentuhan dan menjaga jarak satu meter,” jelas mantan Camat Kaliwates itu.

Selanjutnya, seperti imbauan dari Bupati Jember, masyarakat secara umum diimbau untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan dibilas dengan air yang mengalir. Apabila ada warga yang bersin dan batuk, sebisa mungkin menutupnya dengan tisu dan membuang tisu tersebut ke tempat sampah yang ditutup. “Kabar Pasar Tanjung akan ditutup itu tidak benar dan hoaks,” tegasnya lagi.

Seorang konsumen Pasar Tanjung, Maimunah, menyatakan bahwa dirinya sempat resah begitu mendapat pesan yang menyebut jika Pasar Tanjung akan ditutup. “Sebagai warga, saya khawatir. Kalau pasar sampai ditutup tiga hari, kami tentu akan membeli kebutuhan dapur lebih banyak. Saya tidak tahu kalau itu kabar bohong,” ucap perempuan yang kemarin (21/3) membeli sayuran di Pasar Tanjung itu.

Warga lainnya Susilowati menyebut, kabar bohong yang disebar oleh orang misterius tak bisa dibiarkan. Menurut dia, polisi layak menangkap penyebar hoaks lantaran meresahkan. Apalagi, kondisi saat ini sampai sepekan ke depan masih dalam status darurat bencana nasional. “Orang sudah takut. Malah ada yang bikin kabar bohong. Ditangkap saja,” ulasnya.

Belum lama ini, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengimbau masyarakat untuk tidak menyebar kabar hoaks. Apalagi tentang korona. Pria tersebut mengimbau masyarakat supaya langsung memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila ada gejala-gejala flu, batuk, dan demam tinggi.

“Jangan membuat berita hoaks tentang korona. Sebab, yang berhak menyatakan ada yang terpapar korona atau tidak adalah dokter dan Dinas Kesehatan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebar kabar yang belum jelas kebenarannya. Sebab, nanti ada UU ITE,” tegas AKBP Aris Supriyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Dyah Kusworini menjelaskan bahwa jumlah warga yang sempat masuk sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) tidak mengalami tambahan. Dari tiga orang PDP, satu dinyatakan sehat, sedangkan dua di antaranya masih menunggu hasil uji lab. Sementara itu, ada sekitar 30-an Orang Dalam Pemantauan (ODP). “Pedoman dari Kementerian Kesehatan, warga yang mengalami gejala flu dan batuk bisa masuk ODP,” jelasnya.

Kendati demikian, Kabupaten Jember sampai saat ini tetap bebas dari virus korona. Dyah mengimbau masyarakat supaya tetap mengikuti petunjuk pemerintah. “Kalau sakit flu dan batuk segera periksa ke puskesmas dan jalani hidup sehat,” imbaunya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono