Siapa Tersangka Berikutnya

Kejaksaan Bidik Aktor Lain Kasus Pasar Manggisan

DIGELANDANG: Tersangka Anas Ma’ruf saat digiring petugas Kejari Jember ke mobil tahanan. Dia menjadi tersangka pertama dalam kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Perjalanan panjang kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul memasuki babak baru. Kemarin (22/1), Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember telah menahan Anas Ma’ruf, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember. Pria yang saat ini menduduki jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember ini ditetapkan sebagai tersangka atas perkara yang merugikan negara sebesar Rp 685 juta.

IKLAN

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa tersangka tersebut sebelumnya. Dalam perkara proyek revitalisasi Pasar Manggisan, tersangka bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). “Tentunya tim penyidik sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan dia menjadi tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Setyo Adhi Wicaksono mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan tahapan sesuai prosedur. Anas Ma’ruf merupakan tersangka pertama dalam kasus yang telah ditelusuri sejak medio 2019 lalu.

“Tersangka sudah kami periksa selama lima jam. Dan akhirnya kami tetapkan sebagai tersangka. Karena sudah punya dua alat bukti,” bebernya. Hanya saja, Setyo enggan menjelenterehkan apa saja dua alat bukti tersebut. Yang jelas, kata dia, dua alat bukti itu berupa surat dan dokumen.

Penetapan tersangka ini cukup mengejutkan publik. Sebab, biasanya kejaksaan akan menyeser tersangka korupsi dari level bawah terlebih dulu. Semisal pelaksana atau pejabat di tingkat kasi atau kabid, baru kemudian menyasar ke atas. Namun, kali ini kejaksaan langsung mencokok pejabat selevel kepala dinas. Meski, tersangka belum tentu menerima fee dari proyek tersebut. “Nanti akan dibuktikan lebih lanjut. Kami menganut asas praduga tak bersalah di persidangan nanti,” kata Setyo.

Setyo menegaskan, penyidikan kasus tersebut tak berhenti sampai di sini. Pihaknya masih akan mengembangkannya lebih lanjut. Bahkan, kata dia, Kejari Jember sudah memeriksa beberapa orang yang terlibat dalam perkara ini. Termasuk para pejabat yang berada di atas Anas Ma’ruf. Namun, dia tak menyebut siapa pejabat yang telah diperiksa tersebut. “Itu teknik penyidikan, tidak bisa kami sampaikan di sini. Kemungkinan ada tersangka lain. Karena kalau dalam tindak pidana korupsi, tidak mungkin satu orang,” lanjutnya.

Mengenai modus atau pelanggaran yang diperbuat oleh AM, Setyo juga belum menjabarkan secara terperinci. “Saya kasih bocoran saja. Dari awal sampai akhir sudah diperiksa. Tim penyidik sudah punya data dan dokumennya,” ucapnya.

Di sisi lain, Setyo juga tak memaparkan, apakah selama proyek berjalan atau sebelum pembangunan dilakukan Anas Ma’ruf, yang saat itu bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), tidak melaksanakan kewajibannya atau teledor dalam perencanaan dan pelaksanaannya. “Kalau untuk itu belum bisa kami jawab. Kami tidak bisa menjustifikasi bahwa tersangka salah,” terang dia.

Setyo juga belum menyampaikan dugaan keterlibatan pejabat lain di atas Anas Ma’ruf. Mengingat, kejaksaan juga telah memeriksa pejabat yang kedudukannya lebih tinggi dari tersangka. Ini untuk mengetahui apakah Anas Ma’ruf merupakan pelaku utama atau hanya merupakan orang yang dikorbankan. Sehingga, jangan sampai aktor lain yang perannya justru lebih besar tak terendus aparat. “Bakal kami dalami lagi. Kami pelajari lagi dengan dokumen yang ada semuanya. Mungkin ada kejutan lagi,” tuturnya.

Setyo mengungkapkan, selama ini tersangka cukup kooperatif saat menjalani pemeriksaan. Bahkan, juga memberikan keterangan apa adanya. Selanjutnya, tersangka dititipkan sementara di Lapas Kelas II A Jember selama 20 hari ke depan. “Pasal yang disangkakan kepadanya yakni Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Dan dalam perkara ini, total sudah ada 24 saksi yang telah diperiksa,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih