Jangan Hanya Bertengkar dengan Eksekutif

RADAR JEMBER.ID Harapan ideal tentang kinerja DPRD Jember yang baru dilantik kemarin (21/8), disampaikan oleh masyarakat. Dari sejumlah pesan yang masuk ke redaksi Jawa Pos Radar Jember melalui kanal interaktif, warga meminta terjalinnya sinergisitas antara eksekutif dan legislatif agar mampu menjalankan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jember.

IKLAN

Sekretaris Lembaga Taklif wan Nasr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Cabang Kencong Fahrur Rozi meminta, anggota dewan yang telah dikukuhkan itu tak hanya menjalankan tiga fungsi mereka, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan semata. Namun, juga memperjuangkan kepentingan masyarakat umum tak hanya konstituen apalagi partai. “Yang lebih utama dapat bersinergi dengan eksekutif untuk mewujudkan Jember lebih baik lagi. Jangan hanya gegeran (bertengkar, Red) saja,” harapnya.

Dia juga meminta, para anggota dewan yang terpilih itu tak melupakan janji-janji yang disampaikan saat kampanye. Pemenuhan janji tersebut, kata dia, sebagai realisasi komitmen terhadap konstituen mereka yang telah mempercayakan suaranya untuk diwakili. “Karena biasanya, janji yang disampaikan tak berbanding lurus dengan perbuatan ketika menjabat dewan. Ini jangan sampai terjadi lagi,” pintanya.

Harapan yang sama tak hanya datang dari masyarakat saja, anggota DPRD yang baru dikukuhkan juga menyampaikan hal serupa. Sri Winarni, misalnya. Anggota DPRD dari PKB itu mengatakan, amanat yang diberikan kepadanya serta kepada para anggota dewan yang lain harus dijalankan secara baik, agar tercipta peningkatan sumber daya manusia, pembangunan karakter, serta peradaban Jember yang sehat.

Dia juga menyebut, sejumlah program yang berkaitan dengan masyarakat luas agar bisa dijalankan secara baik. Program peningkatan kelembagaan, khususnya sarana dan prasarana pendidikan dan pondok pesantren yang sempat terbengkalai, agar bisa diselesaikan. “Termasuk kesejahteraan guru-guru ngaji atau program lain bisa dijalankan dengan baik. Agar SILPA anggaran di Jember tidak akan sebesar tahun sebelumnya,” jelas perempuan yang tinggal di Desa Kesilir, Wuluhan, tersebut.

Fungsi legislasi, anggaran, serta pengawasan yang melekat pada DPRD, menurutnya juga patut untuk dijalankan sesuai prosedur. “Kemudian, harus ada peningkatan kerja sama antara eksekutif dan legislatif sehingga tercipta layanan yang baik kepada masyarakat Jember. Itu semua demi terciptanya Jember yang nasionalis dan religius,” ujarnya.

Senada dengan rakyat serta anggota DPRD terpilih, Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief juga mengatakan, ada harapan besar kepada para anggota dewan yang baru dilantik. Yaitu bisa bersinergi dengan eksekutif agar seluruh program terlaksana dengan baik. “Harapan lainnya, anggota yang baru betul-betul memahami potensi yang ada di Jember. Itu akan menjadi modal untuk kemajuan Jember,” ucapnya.

Dalam pelantikan kemarin, sebanyak 49 orang dari 50 anggota dewan terpilih dikukuhkan menjadi anggota DPRD Kabupaten Jember. Ada satu orang yang berhalangan hadir, yakni Mashuri Harianto. Politisi PKS itu tak ikut dilantik karena sedang menunaikan ibadah haji. Pengambilan sumpah dan janji jabatan dipandu Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jember Setyanto Hermawan.

Sebelum prosesi pengambilan sumpah dan janji, Ketua DPRD periode 2014-2019 Ardi Pujo Prabowo membacakan sejumlah hasil kinerja yang dilakukan anggota dewan masa sebelumnya. Di antaranya tentang pembuatan peraturan daerah, rapat-rapat komisi, serta sejumlah kunjungan kerja.

Selanjutnya, surat keputusan pelantikan 50 anggota DPRD dibacakan. Mereka pun mengambil tempat yang telah disiapkan untuk menjalankan prosesi pelantikan. Begitu selesai dilantik, tepuk tangan sejumlah orang yang hadir seperti Wakil Bupati Jember, forkopimda, serta sejumlah tamu undangan bergemuruh memenuhi gedung wakil rakyat.

Dengan dilantiknya anggota dewan periode 2019-2024 ini, maka status keanggotaan DPRD sebelumnya telah selesai dan berhenti secara terhormat. Suasana dalam pelantikan kemudian berubah menjadi ramai saat palu sidang diserahkan oleh Ketua DPRD lama Ardi Pujo Prabowo kepada pimpinan sementara DPRD, M Itqon Syauqi.

Pada kesempatan tersebut, pimpinan DPRD Jember yang seharusnya dipimpin empat orang, hanya dilakukan oleh dua orang. Sebagai pimpinan DPRD sementara, PKB merekomendasikan M Itqon Syauqi sebagai ketua dan Dedy Dwi Setiawan dari Partai Nasdem yang menjabat wakil ketua. Sedangkan dua partai lain yang mendapat jatah kursi pimpinan, Partai Gerindra dan PDIP belum mengirimkan nama untuk menduduki posisi wakil DPRD tersebut.

Setelah dilantik, Itqon yang memegang palu sidang kemudian tak menyampaikan banyak hak tentang apa yang akan dilakukan DPRD. Sebagai pimpinan sementara, dia hanya akan mengantarkan empat tugas yang diemban sampai pada terbentuknya pimpinan DPRD definitif. Dia selanjutnya menutup acara pelantikan itu. “Kami harap, empat tugas pimpinan DPRD bisa cepat diselesaikan,” jelasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Grafis Reza

Editor : Mahrus Sholih