Sembilan Korban Tewas Tak Punya Asuransi Nelayan

PUGER- Semua korban kecelakaan laut di Plawangan Puger yang meninggal dunia, keluarganya memperoleh santunan Rp 15 juta dari Kemensos dan Presiden Joko Widodo. Tak sekedar itu, Pemkab Jember juga memberi santunan Rp 5 juta ke masing-masing korban meninggal.

IKLAN

Namun di luar itu, ada satu hal yang mengganjal bagi Bupati Jember, dr. Faida, MMR. Sebab faktanya, dari kesembilan korban tewas dan hilang, ternyata tak ada satu pun yang tercover asuransi. “Mereka tidak termasuk 3.700 nelayan yang mendapat asuransi dari program pemerintah tahun lalu,” ungkapnya.

Saat ini terdapat 12 ribu nelayan di Jember. Katanya, baru sekitar 3.700 nelayan yang tercover asuransi. “Setelah kami cek, mereka tak terkaver asuransi nelayan,” katanya.

Faida menambahkan, sejatinya pada tahun lalu pemerintah menetapkan kuota 5.000 nelayan yang harus tercover asuransi. Namun dalam implementasinya, target itu tak terpenuhi. Ada beberapa faktor yang menjadi kendala. Dia menyebut, mayoritas karena banyak data nelayan yang tidak konek dengan sistem administrasi kependudukan. Nomor induk kependudukannya banyak yang tidak cocok, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti.

Namun demikian, sambung dia, tahun ini Pemkab Jember akan menidaklanjuti program asuransi itu, dan dianggarkan dalam APBD. Targetnya, asuransi nelayan tersebut bisa tuntas. Sasaran utamanya adalah nelayan yang menggunakan kapal lima gross ton ke bawah. “Karena kapal jenis ini yang paling rawan mengalami kecelakaan, sehingga harus diprioritaskan,” paparnya.

Selain menggenjot program asuransi, Faida juga menyatakan, sudah saatnya para nelayan di Jember membekali dengan alat pelindung diri. Apalagi gelombang di laut selatan Jember terkenal ganas, dan cukup tinggi. Oleh karena itu, ujar dia, pemerintah akan membuat regulasi untuk mewajibkan para nelayan menggunakan pelampung ketika berlayar.

Sebagai tindaklanjut, Faida menuturkan, Pemkab Jember akan menyiapkan anggaran program pelampung tersebut dalam Perubahan APBD (P-APBD) tahun ini. Meski rencananya, pelampungisasi nelayan ini dikhususkan bagi nelayan dengan kapal yang berada di bawah 10 gross ton. Karena menurutnya, 85 persen kapal di Jember berada di bawah 10 gross ton, bahkan mayoritas lima gross ton.

Fotografer : Mahrus Solih

Reporter    : Rully Efendi

Editor        : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :