63 SMP Negeri Masih Kekurangan Siswa

SIAPKAN PENDAFTARAN: Salah satu siswa dan wali murid mengecek pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari sepuluh ribu lebih calon siswa nantinya bakal ditentukan masuk tidaknya dalam PPDB Zonasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) se-Kabupaten Jember. Pendaftaran sudah ditutup Sabtu (20/6) kemarin, dan pengumuman akan berlangsung pada 29 Juni mendatang.

IKLAN

Namun, dari 94 SMP negeri di Kabupaten Jember, yang membuka pendaftaran PPDB zonasi sedikitnya masih ada 63 SMP yang kekurangan pendaftar. Tak tanggung-tanggung, jumlah kekurangan mencapai 1.075 siswa. Sebaliknya, sebanyak 31 SMP justru kelebihan pendaftar sehingga terpaksa digeser dari zonanya.

Kepala Dinas Pendidikan JemberDrs Edy Budi Susilo mengungkapkan, mayoritas sekolah yang mengalami kekurangan jumlah pagu terjadi di sekolah yang ada di pinggiran. “Karena di pinggiran sudah ada MTs negeri dan MTs swasta,” ujar Edy.

Hal senada disampaikan oleh Kepala SMPN 2 SiloDrs Putut Purwodadi. Sekolahnya yang berada di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, tahun ini memang masih kekurangan siswa. “Alasannya, di wilayah pinggiran yang berdekatan dengan SMPN 2 Silo banyak sekolah swasta,” ujarnya.

SMPN 2 Silo membuka pagu sebanyak 192 kursi tahun ini. Sementara ini, pihaknya masih kekurangan satu rombongan belajar (rombel). “Memang dengan PPDB zonasi dengan sistem online ini juga mempengaruhi. Kalau di wilayah pinggiran banyak orang tua siswa yang tidak punya HP,” ujarnya. Selain itu, tak sedikit pula alumni SD negeri dan MI yang memilih sekolah sekaligus pondok pesantren.

Kondisi serupa juga dialami SMPN 3 Silo yang masih kekurangan satu rombel. Tak jauh dari sekolah itu terdapat MTs negeri. Sehingga siswa MI yang bersekolah tak jauh dari sana lebih memilih mendaftar ke MTs tersebut.

Kepala SMPN 3 SiloEdi Kuntoro mengungkapkan, banyak wali murid yang mengalami kesulitan ketika hendak mendaftar lewat daring. “Namun meskipun orang tua yang datang mendampingi anaknya tidak punya HP, guru ikut mendampingi untuk online-kan,” pungkas Edi.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti