Bukan Saat yang Tepat untuk Belanja

BELANJA: Salah seorang warga memilih sandal di Pasar Sabtuan, Jalan Basuki Rahmat, Tegal Besar, kemarin (21/5) siang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran tinggal menghitung hari. Biasanya, pusat-pusat perbelanjaan akan dipadati mata-mata yang sedang mencari sandang menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini sempat mengubah pola pikir warga Jember untuk tidak berbelanja, lantaran takut terpapar wabah korona.

IKLAN

Nyatanya, hal tersebut hanya terjadi pada momen awal persebaran Covid-19 memasuki Kabupaten Jember. Mall, jalanan, alun-alun, dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat penularan wabah seketika sepi. Namun, tempat-tempat itu ramai kembali menjelang Lebaran. Misalnya, salah satu mall yang sempat viral di lini masa akibat tak menaati instruksi physical distancing.

Meski sudah mendapatkan penjagaan, tak tertutup kemungkinan pusat perbelanjaan di sejumlah pasar kota maupun pasar tradisional akan menjadi sasaran selanjutnya. Tentunya, kesadaran setiap warga Jember kini menjadi solusi utama. Guna memberantas persebaran wabah korona, lebih baik tidak mendatangi tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang penularan wabah tersebut.

“Secara psikologis, segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan itu memang susah diubah,” tutur Kepala Biro Konseling dan Layanan Psikologi Muhammad Muhib Alwi SPsi MA. Misalnya, orang biasa berbelanja menjelang hari Lebaran, lalu tak bisa berbelanja. Dia menjelaskan bahwa masyarakat Jember akan kesulitan mengubah kebiasaan tersebut. “Bisa pun butuh proses,” imbuhnya.

Kaprodi BKI IAIN Jember tersebut mengimbau seluruh warga Jember agar lebih selektif dalam memanfaatkan momen Ramadan saat pandemi Covid-19. “Ini bukan saat yang tepat untuk membeli baju baru. Lebih baik untuk memberikan perhatian lebih kepada orang lain,” ungkap dosen yang juga menjadi Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) cabang Jember tersebut.

Alumnus S-2 Psikologi UGM itu juga menegaskan, jika ada rezeki lebih, lebih baik digunakan untuk bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Terutama warga yang terdampak Covid-19. “Perhatikan tetangga kanan kiri dulu. Apa mereka sudah makan?” jelas pria yang berusia 40 tahun itu.

Dirinya berharap warga Jember mau menaati segala instruksi pemerintah Kabupaten Jember terkait dengan pencegahan persebaran Covid-19. Selain itu, mampu memanfaatkan momen pandemi menjadi wahana untuk berbagi kepada masyarakat terdampak.

Reporter : mg1

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti