Tandem yang Saling Melengkapi

RADARJEMBER.ID – Tanyakan saja ke masyarakat Lumajang, siapa pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang paling klop di Jawa Timur? Mereka akan menjawab Cak Thoriq dan Bunda Indah. Memang, senyatanya mereka ini bisa dibilang jadi tandem yang cocok. Saling melengkapi dan saling memahami.

IKLAN

Bupati Lumajang yang akrab disapa Cak Thoriq ini juga mengakui sendiri. Bahwa duet memimpin Lumajang bersama Bunda indah bisa dibilang duet saling melengkapi. “Duet campuraduk. Pokoknya mana yang lebih luang, mana yang lebih memungkinkan, mana yang lebih berjejaring, itu yang di depan. Jadi, tinggal dijalani saja,” terangnya.

Di internal pemkab juga demikian. Mana yang bisa saling membagi waktu, ya tinggal membagi waktu saja. “Kalau soal ada yang menggoda, ya begitu itu. Pasti ada. Ya saya meresponsnya biasa-biasa saja. Saya dengan bunda sudah saling memahami,” terangnya

Bupati kelahiran 1977 ini menegaskan, sama-sama punya keputusan sendiri-sendiri. Sudah punya pola komunikasi sendiri. Bahkan sudah memahami karakter masing-masing. “Hal-hal yang menjadi ranah atau langkah yang harus sama-sama dipahami. Saya PKB, Bunda Gerindra, saya Jokowi, Bunda Prabowo. Itu hal yang pemakluman dan pemahaman dalam komunikasi. Saya dengan Bunda baik-baik saja menjalani. Mengatur segalanya juga nyaman,” katanya.

Menurut dia, hal yang jadi problem dasar membangun Lumajang bukan di situ. Tetapi pada kecenderungan masyarakat yang pola pikirnya serba instan. Kedua, ketidakbiasaaan untuk mendapatkan informasi yang utuh. “Misalnya sekarang masih ada yang bertanya melahirkan gratis atau tidak, SPP gratis atau tidak. Saya terus berulang-ulang menyampaikan di berbagai tempat, supaya masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh,” jelasnya.

Bupati asal Kunir ini menyadari bahwa memang banyak problem yang harus diselesaikan. Menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah harus mengaktualisakan dari pembiayaan dalam APBD. “Itu juga perlu penyampaian cara dan bahasa yang tidak pada umumnya. Karena tidak bisa menyelaraskan pada masyarakat dengan penyampaian atau bahasa yang birokratis atau kaku,” pungkasnya.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Humas Pemkab Lumajang for Radarjember.id

Editor : MS Rasyid