Soal Pemindahan Benda Purbakala di Bondowoso

Sudah Tiga Kali Polemik

TAK JAUH DARI PABRIK: Inilah situs Cagar Budaya yang telah dibangun pemerintah. Situs ini hanya sekitar 50 meter dari perluasan pabrik Plywood.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Polemik benda cagar budaya di Bondowoso tidak hanya kali ini muncul. Setidaknya sudah tiga kali polemik benda cagar budaya terjadi. Terparah ketika pemerintah memindahkan dolmen dari lahan di Kelurahan Nangkaan ke Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olaharaga (Disparpora) Bondowoso.

IKLAN

Ilham Mulyadi, Ketua LSM Jas Merah Bondowoso mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya ancaman rusaknya area situs purbakala. Sebab, di dalam tanah di area perluasan pabrik banyak ditemukan batu bersejarah. Karenanya, pemerintah harus turun tangan untuk menyelamatkannya. “Undang-undangnya jelas, maka harus ada tindakan,” jelasnya.

Selama ini pihaknya mencatat tidak hanya kali ini saja kasus ancaman rusaknya cagar budaya terjadi di Bondowoso. Misalnya tentang rencana pembangunan Pabrik Sumpit yang areanya hanya sekitar 200 meter dari areal pabrik Plywood. Dulu ada situs cagar budaya di dalamnya. “Pabrik dibangun, situs itu ada di dalam pabrik saat ini. Namun, walau ada pabriknya, situs itu diberi pagar di dalamnya,” terangnya.

Menurut Ilham, yang parah adanya pemindahan situs dolmen dari area Nangkaan ke area Dispaspora. Pemindahan itu, menurutnya, melanggar undang-undang. Namun setelah ramai saat pemindahan beberapa tahun lalu, tidak ada kelanjutan prosesnya. Pihaknya berharap, adanya kejadian di Grujugan tuntas sampai ke akarnya.

Perlu diketahui, berdasarkan catatan bidang kebudayaan pada Disdikbud, jumlah benda megalitikum di Bondowoso sangatlah banyak. Jumlahnya mencapai 1.215 benda megalitikum yang tersebar di seluruh wilayah Bondowoso. Jumlah 1.215 itu tersebar di 39 situs dan 5 kawasan cagar budaya, termasuk di Grujugan.

Berbagai situs itu letaknya banyak yang di tanah milik masyarakat. Artinya tidak berkumpul jadi satu. Sementara peraturan pemindahan situs, tidak semudah memindah barang lainnya. Harus ada kajian dan lain sebagainya. Selama ini, belum ada kajian pemindahan berbagai benda megalitikum itu untuk dijadikan satu tempat. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto