Pemudik Diprediksi Meningkat

MASIH LENGANG: Jalan Ahmad Yani Jember juga diperkirakan akan dilintasi oleh sejumlah pemudik.

RADAR JEMBER.ID – Salah satu kegiatan yang membudaya di negeri ini yaitu mudik jelang Hari Raya Idul Fitri. Nah, dengan banyaknya pergeseran pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, tentunya juga akan melewati Kabupaten Jember. Tahun ini, jumlahnya diprediksi naik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

IKLAN

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Hadi Mulyono mengatakan, prediksi naiknya jumlah pemudik bukan tanpa alasan. Menurutnya, selesai dan beroperasinya jalan tol jurusan Leces, Probolinggo, sampai Surabaya, menjadi salah satu penyebabnya.

“Salah satu kebiasaan warga di Indonesia yaitu ingin mencoba hal baru. Nah, jalan tol Leces-Surabaya yang masih baru pada mudik kali ini sudah beroperasi. Karena itu, warga yang akan melintas di Jember pun juga diprediksi meningkat,” ucap Hadi Mulyono.

Alasan selanjutnya yang membuat jumlah pemudik yang melewati Jember diprediksi meningkat yaitu terpangkasnya waktu perjalanan. Sebelum adanya jalan tol, butuh waktu setidaknya sekitar lima jam perjalanan dari Jember-Surabaya. Tetapi, dengan adanya jalan tol Leces-Surabaya, maka dari Jember ke Surabaya hanya butuh sekitar empat jam.

“Ini menjadi bagian antisipasi kami, termasuk kepolisian. Yang jelas, kita akan berupaya semaksimal mungkin agar jalanan lancar pada saat mudik dan balik nanti,” imbuh pria yang pernah menjadi Camat Wuluhan tersebut.

Hadi mengungkap, saat terjadi arus mudik dan balik juga diperkirakan ada beberapa jalur yang tersendat. Beberapa lokasi yang padat kendaraan nantinya diprediksi di jalan nasional sekitar pasar Rambipuji, perempatan Mangli, serta di daerah Pakusari dan Bangsalsari.

Kepadatan kendaraan yang menjadi perhatian selanjutnya yakni di wilayah Jember bagian timur, utamanya di Jalan Gunung Gumitir yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi. “Di Gumitir juga menjadi fokus perhatian. Selain jalannya panjang, itu juga menjadi satu-satunya akses masuk-keluar dari Surabaya, Jember, Banyuwangi, sampai Bali,” paparnya.

Demi mencegah dan menghindari kemacetan panjang, Dishub bersama sejumlah pihak sudah berkomunikasi. “Beberapa lokasi yang ramai itu juga menjadi perhatian Polres Jember. Pemerintah, kepolisian, dan semua unsur terkait berharap agar arus lalu lintas nanti bisa lancar,” harapnya.

Hadi mengimbau kepada semua pemudik baik yang berasal dari Jember maupun luar Jember agar melakukan persiapan matang sebelum mudik. Misalnya mengecek kondisi kendaraan. Itu juga demi meminimalisasi terjadinya kecelakaan yang disebabkan kendaraan.

“Kemudian, semua pemudik kami imbau agar memanfaatkan rest area dengan baik. Jangan paksakan kondisi fisik yang capek untuk terus berkendara. Pengendara mobil paling tidak harus istirahat maksimal empat jam dan pengendara motor harus istirahat maksimal dua jam perjalanan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono