Mulai dari Bagikan Produksi Sendiri hingga Manfaatkan Infak Remas

BERIKAN SUSU JAGUNG MANIS: Anggota Jember Ekonomi Kreatif membagikan takjil gratis berupa susu jagung manis, yang menjadi produk olahan sendiri.

RADAR JEMBER.ID – Agenda bagi-bagi takjil bareng Jawa Pos Radar Jember benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang berbagai kalangan untuk saling peduli kepada sesama. Banyak instansi, komunitas, hingga lembaga pendidikan yang menjadikan acara Jember Obral Gede (Joged) Ramadan sebagai ajang berbagi.

IKLAN

Salah satunya adalah Jember Ekonomi Kreatif (JEK) yang bisa dibilang benar-benar kreatif. Kalau komunitas lain sama-sama menggelar bagi takjil gratis dengan menu yang biasa, JEK menyiapkan menu takjil yang berbeda daripada lainnya.

Senin sore kemarin (20/5), JEK kompak membagikan takjil gratis di depan kantor Jawa Pos Radar Jember. Ada tiga macam menu takjil gratis dari JEK yakni, nasi bungkus, es buah, dan menu khusus susu jagung manis.

Istimewanya, susu jagung manis ini adalah karya produksi anggota JEK. “Kebetulan susu jagung manis ini produksi teman-teman sendiri. Melihat dari produknya juga bagus. Semoga masyarakat yang menerima takjil gratis susu jagung manis itu bisa mencicipi rasanya,” ucap Heri Purnomo, founder JEK.

Heri menjelaskan, pembagian susu jagung manis tersebut juga mengusung sisi edukasi. Semisal penerima takjil seperti tukang becak, kalau dikasih es buah saja juga tak terlalu berimbang gizinya. “Akhirnya JEK berinisiatif memberikan susu jagung manis itu agar takjilnya lebih bergizi,” lanjutnya.

Heri menambahkan, tanggal 23 besok pihaknya juga mengagendakan santunan kepada anak yatim. “Niat kami memang ingin saling berbagi ke sesama,” tandasnya.

Semangat berbagi juga ditunjukkan oleh Paguyuban Travel Jember (PTJ) yang membagikan takjil di depan kantor Radar Jember, kemarin (20/5). Anggota PTJ dari berbagai kecamatan, mulai dari Rambipuji hingga Wuluhan, kompak mengikuti kegiatan ini. “Anggota kami ada sekitar 100 orang,” kata Sokib, Ketua PTJ, kemarin.

Menurut dia, momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan pahala. Berbagi merupakan cara yang mudah dilakukan. “Kami ingin berbagi dengan warga Jember,” tambahnya. Dia menjelaskan, PTJ merupakan wadah bagi para sopir hingga pemilik travel di Jember. Semua bersatu dalam bentuk paguyuban. Saling membantu antara satu dengan yang lain.

Tak hanya kegiatan usaha saja, namun juga kegiatan sosial. Seperti bersih-bersih lingkungan hingga santunan kepada yang membutuhkan. Melalui kegiatan sosial itu, Sokib berharap agar PTJ terus diberikan kelancaran dalam mengembangkan usahanya. Sebab, semakin banyak berbagi, semakin banyak pula yang diperoleh. “Alhamdulillah, perkembangan usaha travel terus meningkat,” pungkasnya.

Aksi kepedulian sesama juga menjadi perhatian kalangan pelajar. Seperti siswa SMA Muhammadiyah 3 Jember yang memiliki program berbagi ke sesama. Salah satunya berbagi ke kaum duafa setiap hari Jumat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMA Muhammadiyah 3 Moh. Zainal Mahfud. Siswa diajak untuk tidak membawa uang infak, tapi membawa bahan makanan seperti mi instan atau gula. “Kami ambil satu hari Jumat setiap bulannya, nantinya langsung dibagikan ke kaum duafa,” tuturnya.

Selain infak berupa makanan di hari Jumat, organisasi remaja masjid (remas) di sekolahnya itu juga sangat aktif. Buktinya, kemarin sore (21/5) mereka berbagi takjil gratis bersama karyawan Jawa Pos Radar Jember. Bagi takjil gratis itu dilaksanakan tepat di depan kantor Jawa Pos Radar Jember.

“Bagi takjil ini keuangannya tidak dari pihak sekolah. Anak-anak mengumpulkan sendiri uangnya dari remaja masjid sekolah. Jadi, pihak sekolah hanya memfasilitasi saja dan memberikan arahan,” ungkap pria yang berusia 47 tahun itu. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi, Bagus Supriadi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Rangga Mahardika