BONGKAR

Bongkar lalu benahi. Pilihan ini terpaksa diambil Bupati Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati Lumajang di masa-masa awal menjabat. Bukan tanpa sebab. Banyak persoalan rumit yang selama ini membelit Lumajang. Hampir di semua lini.

IKLAN

RADARJEMBER.ID – JANGAN kaget jika di awal-awal memimpin Lumajang, Bupati Thoriq dan Wabup Indah banyak bikin kejutan. Juga, bikin kaget banyak orang. Tak sedikit pula yang dibuat geleng-geleng.

Pujian dan cibiran bertubi-tubi harus mereka terima akibat langkah-langkahnya itu. Kontroversi meruah. Ada pro banyak pula kontra.

Berbagai dukungan juga mengalir. Tapi, ancaman dan tekanan juga harus mereka rasakan. Tapi, pasangan ini enjoy saja. Maju terus. Ada yang tidak beres, bongkar!

Bupati Thoriq dan Wakil Bupati Indah rupanya sadar betul, mustahil Lumajang akan bisa hebat dan bermartabat jika terus terbelit persoalan rumit. Harus segera diurai dengan cepat. Dan, itu salah satunya harus dimulai dari birokrasinya. Pondasi harus dibangun secara kuat. Maka, pilihan merevolusi birokrasi pun diambil. Tak cukup hanya sekedar reformasi.

Mengandung risiko memang. Tapi Bupat Thoriq dan Wabup Indah sudah mantap. Sebagai pemimpin, mereka memilih menghadapi risiko-risiko itu.

Di momen kebangkitan nasional ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang tak ingin hanya memaknainya dengan peringatan. Tapi, diimplemantasikan secara nyata. Kebangkitan dimaknai dengan bagaimana Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak.mesin birokrasi bisa melakukan perubahan-perubahan secara signifikan.

Harus ada perubahan cara kerja. Tidak lagi cara kerja birokrat yang terkesan lambat. “Tapi harus cepat dan atas dasar outcome sebagaimana cara kerja pegawai swasta yang disiplin dan sangat menghargai waktu,” tegas Bunda Indah, sapaan akrab wakil bupati Lumajang ini.

Seluruh pegawai harus menjiwai hospitality dan entrepreneurship. Sehingga ASN tetap menempatkan dirinya sebagai pelayan rakyat. Pelayan masyarakat yang sedia memberikan yang dimiliki tanpa batas waktu dan tempat.

Bunda Indah menilai, sektor ekonomi tetap haru digerakkan melalui UMKM. “Menggerakkan percepatan UMKM sebaga pendorong pertumbuhan ekonomi yang rasional dan survive,” tegasnya.

Memang, diakui jika di Lumajang masih terkendala sejumlah hal. Tetapi, bicara potensi, di Lumajang sangat melimpah. Akan sangat disayangkan jika semua potensi itu tidak terkelola dengan baik. “Hanya saja, problem kita masih pada SDM dan teknologi,” terangnya.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Humas Pemkab Lumajang for Radarjember.id

Editor : MS Rasyid