Asap Sampah Dikeluhkan Warga

SUMBER POLUSI: Kondisi tempat pembungan akhir (TPA) di Dusun Lamparan, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, yang terus mengeluarkan asap sejak seminggu lalu.

RADAR JEMBER.ID – Warga yang tinggal di Dusun Lamparan dan Dusun Sumberdandang, Desa Kertosari, Pakusari, mengeluhkan bau asap sampah dari TPA Pakusari. Asap tebal yang juga mengeluarkan baru kurang sedap itu muncul sudah hampir seminggu.

IKLAN

“Memang yang paling parah ini seminggu terakhir. Karena asap yang keluar itu cukup tebal,” ujar Maryam, warga Dusun Sumberdandang, Desa Kertosari, Pakusari.

Warga yang rumahnya menghadap ke selatan paling parah merasakan bau asap sampah itu. Sebab, angin bertiup ke utara, sehingga asap langsung masuk ke rumah warga.

Tak jarang juga warga yang sesak napas, karena asap itu baunya sangat menyengat. “Biasanya yang paling parah itu kalau angin agak besar,” ujarnya.

Warga yang ada di sekitar TPA sudah meminta dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk mencari solusinya. Sehingga warga sekitar ini tidak dirugikan, apalagi kalau sudah terbakar sehingga asapnya masuk ke rumah-rumah warga.

Pantauan Radarjember.id, tumpukan sampah yang mirip gunung itu hampir seluruhnya sudah terbakar. Bahkan, masih banyak sampah yang mengeluarkan api. Api terus merembet mulai dari sisi selatan ke utara.

Bahkan, ada dua alat berat yang sudah mangkrak juga sempat terbakar karena memang berada tidak jauh dari tumpukan sampah. Api terus merembet, beberapa tempat pemulung memilih-milih sampah juga ada yang ikut terbakar.

”Di TPA Pakusari ada 4 alat berat (ekskavator/backhoe) yang sudah mangkrak parkir di sisi utara. Bahkan, ekskavator tersebut awalnya jauh dengan tumpukan sampah yang terus menggunung. Karena sampah meluber, akhirnya saat terjadi kebakaran, api merembet dan sempat membakar alat berat tersebut,” petugas yang ada di TPA Pakusari.

Sebelum terjadi kebakaran sampah, memang sempat terjadi ledakan kecil sehingga memperparah sampah terbakar. Sebab, sampah kalau sudah terbakar tidak bisa dipadamkan hanya dengan cara disiram. Jika disiram, yang padam hanya di bagian atasnya saja.

Tidak hanya warga yang ada di sekitar TPA saja yang mengaku dirugikan, tetapi beberapa petani yang sawahnya berada di selatan dan timur TPA juga dirugikan. Sebab, ketika terjadi hujan air menyerap ke dalam sampah dan mengeluarkan air warnanya hitam, sehingga tanaman milik petani gagal panen karena tercemari air sampah tersebut.

Setiap harinya ada sekitar 50 truk sampah yang masuk ke TPA, dengan muatan sekitar 150 ton per hari. Sampah yang masuk ke TPA Pakusari itu dari Patrang,  Kaliwates, Sumbersari, Silo, Kalisat, dan Mayang. Luas lahan TPA sekitar 6,8 hektare, sedangkan untuk lahan yang dijadikan tempat sampah sekitar 3,5 hektare.

Sementara itu, Mustofa, petugas di TPA Pakusari, belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi, ponselnya sedang tidak aktif. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono