Kesal Tidak Ada Kejelasan Nasib Uangnya

Anggota Arisan Lapor Polisi

KARENA ARISAN: Ibu-ibu ini mendatangi Polres Bondowoso. Mereka melaporkan ketua arisan Serba-Serbi Bondowoso ke polres karena merasa ditipu.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Puluhan ibu-ibu nimbrung di depan Satreskrim Polres Bondowoso, Senin kemarin (19/5). Mereka ternyata adalah ibu-ibu yang selama ini merasa ditipu oleh ketua arisan Serba-Serbi Bondowoso. Karena ditelepon tidak diangkat, di-WA tak dibalas, malah diblokir, akhirnya ibu-ibu ini kesal dan lapor polisi.

IKLAN

Ditemui oleh wartawan, ibu-ibu ini datang ke polres bukan karena dipanggil untuk memberi keterangan pelapor. Sebab, proses itu ternyata sudah dilalui. Ibu-ibu ini ternyata tengah menunggu pelapor yang dipanggil untuk diperiksa. “Kami datang karena menunggu ketua arisan dipanggil, namun ternyata tidak datang,” jelas Wiwik Lestari, warga Tenggarang.

Mereka kesal dengan ketua arisannya. Sebab, uangnya sekitar Rp 6 juta tidak kunjung ada kejelasan. Usaha untuk ditanyakan ke ketua arisan yang beralamat di Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari, sudah dilakukannya. Namun, tak membuahkan hasil. “Saya WA katanya sakit, namun di FB upload foto jalan-jalan,” ujarnya.

Ternyata kekesalan yang sama juga dialami puluhan ibu-ibu lainnya. Kebanyakan dari mereka menanyakan kejelasan melalui WA. Hal yang membuat kesal, banyak nomor WA milik puluhan korban ini diblokir. Ditelepon juga tidak bisa. Sehingga akhirnya puncak kekesalan itu membuat ibu-ibu lapor polisi. “Kami sudah sangat sabar, dijanjikan sejak pertengahan 2018, sampai saat ini tidak ada kejelasan,” terang Rindy, warga Grujugan.

Bahkan, ada warga Jember yang ikut arisan Serba-Serbi Bondowoso. Namanya Winarti Apliriani. Dia warga Jl Trunojoyo. Dia ikut arisan Maret 2018. Saat itu ia baru menikah. Karena ingin menabung, ia tertarik ikut arisan. “Saya diajak teman kantor,” ungkapnya.

Dia mengamati mulai kocokan pertama sampai keenam, lancar. Menginjak kocokan ketujuh, sudah muncul masalah. Ketika bertanya solusi ke teman kantornya agar uang bisa diambil, disuruh melunasi dahulu. “Setelah lunas, ternyata tidak ada kejelasan, saya hubungi WA anaknya (ketua arisan, Red), hanya dibuka saja. Bahkan, sekarang diblokir,” terangnya.

Dari berbagai laporan itu, uang yang sudah masuk di bawah Rp 1 juta sampai Rp 22 juta. Awalnya di antara para pelapor ada yang tidak kenal. Karena nasib yang sama, mereka lantas saling mengenal satu sama lain. Harapannya, uang mereka bisa kembali. Karenanya, mereka lapor polisi. “Kami sudah usaha penuh, tidak hanya melalui HP, mendatangi rumahnya sudah, namun tidak ada kejelasan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan. Ada empat orang yang sudah dimintai keterangan sebagai pelapor. Selanjutnya polres meminta keterangan Hj Nasiatul dari Pengarang, Jambesari, selaku terlapor. “Namun tidak datang ketika kami undang,” jelasnya.

Pihak kepolisian nantinya menerbitkan surat undangan lagi. Jika sampai tiga kali, maka akan berlaku asas pro justisia. Pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara, untuk memutuskan perkara tanpa ada keterangan terlapor. “Kita lihat saja nanti. Namun masalah ini sudah kami tangani,” ujarnya. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto