Kreasi Mahasiswa KKN Unej di Bondowoso

Sulap Ampas Tahu Jadi Krupuk

PRODUK INOVASI: Sejumlah mahasiswa KKN Unej bersama ibu-ibu di Desa Bandilan memraktikkan cara pembuatan kerupuk berbahan ampas tahu.

BONDOWOSO.RADARJEMBER.ID- Mahasiswa kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (Unej) menginiasi warga Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, menyulap ampas tahu jadi krupuk nikmat. Mereka mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah dari ampas tahu agar lebih ekonomis. Tidak hanya dijadikan pakan ternak.

IKLAN

Mahasiswa KKN Unej ini, saat memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada warga setempat, masyarakat diajarkan mulai tahap awal pembuatan, pengemasan, hingga pemasaran.

Menurut koordinator Desa Bandilan, Moch. Syaiful Komar, produk yang diolah dari ampas tahu tersebut berupa makanan ringan, seperti kerupuk yang tentunya mayoritas ibu-ibu bisa membuatnya. Dan juga kerupuk ampas tahu ini bisa dibuat beberapa varian rasa yaitu original, balado, pedas, serta yang lainnya sesuai dengan selera masing-masing.

“Bahan-bahannya mudah didapat, tentu sangat memudahkan para ibu-ibu untuk membuatnya di rumah. Komposisinya mulai dari limbah ampas tahu, tepung kanji, garam, ketumbar, air dan penyedap rasa,” terangnya.

Awalnya, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil pemetaan mahasiswa KKN di desa itu dengan melihat potensi yang bisa dikembangkan kedepannya.

“Sebelumnya kami masih melihat potensi di desa ini. Ternyata di sini terdapat dua industri tahu yang ampasnya tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Jadi, muncullah ide untuk mengembangkan potensi ini agar bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” paparnya.

Komar mengatakan, tindak lanjut dari kegiatan ini akan dilakukannya sertifikasi kepada Dinas Kesehatan Bondowoso, agar produk yang dihasilkan ini bisa mencapai target legal dan dapat dipasarkan di pusat oleh-oleh hingga luar daerah.

“Jadi, warga Bandilan tinggal melanjutkan program ini dan bisa memberikan penghasilan tambahan untuk mereka ke depannya,” imbuhnya.

Sementara, perwakilan peserta pelatihan, Latifah mengaku bangga dengan kehadiran mahasiswa KKN ini. Karena sudah mau membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian desa. Mereka sangat antusias dalam mengikuti acara pelatihan dan sosialisasi ini, dibuktikan dengan banyaknya warga yang menyimak dan mempraktikkan secara langsung.

“Kami cukup terbantu dengan adanya kegiatan ini, dengan harapan kedepannya akan ada keberlanjutan usaha pengolahan ampas tahu menjadi krupuk, yang diproduksi oleh ibu-ibu Desa Bandilan. Ini supaya ikut membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Latifah. (*)

Reporter : Yakin/mg1

Fotografer: Yakin/mg1

Reporter :

Fotografer :

Editor :