Kampung Ternak Modern di Bondowoso

Kembangkan 700 Domba dari 238 Mitra

CEK BOBOT: Pengelola Kampung Ternak Modern menimbang seekor kambing. Ini untuk mengukur berat domba tersebut sebelum dilempar ke pasar.

BONDOWOSO.RADARJEMBER.ID- Kampung ternak modern  di Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso, menjadi salah satu sektor pendorong perekonomian masyarakat. Pasalnya, banyak warga yang  terbantu atas kehadiran klaster ini. Terhitung sudah ada 238 mitra yang tersebar di 23 kecamatan di  Bondowoso.

IKLAN

Manajer Kampung Ternak Modern, Ahmad Dhafir mengatakan, klaster yang bergerak hasil swadaya itu sudah bisa memberikan penghasilan untuk masyarakat di Bondowoso. Bahkan, banyak masyarakat yang tertarik mendaftarkan diri untuk menjadi bagian mitra dari klaster kampung ternak tersebut.

“Gimana masyarakat tidak tertarik, omzet yang dihasilkan mereka tiap panen bisa sampai Rp 5-8 juta, secara tidak langsung sudah mampu menumbuhkan perekonomian daerah,” bebernya.

Dia menjelaskan, dari domba yang tersebar di tiap mitra itu bisa panen kisaran dua hingga tiga bulanan. Dengan syarat, berat domba sudah mencapai bobot antara 25-30 kilogram.

Selanjutnya, kampung ternak modern ini akan menargetkan 1.200 domba per kecamatan. Itu untuk mencukupi sejumlah permintaan dari luar kota hingga luar negeri yang saat ini masih belum terpenuhi.

“Untuk saat ini jumlah domba kami secara keseluruhan sekitar 700 ekor. Itu sudah termasuk yang ada di mitra dan di kampung ternak. Sedangkan permintaan dari luar itu sangat banyak dan stok domba di sini masih sedikit, tidak cukup untuk memenuhi permintaan. Jadi, program 1.200 domba per kecamatan itu sangat perlu dilakukan,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Kampung Ternak Modern, Ivan Kurniawan menambahkan, untuk ke depannya Kampung Ternak Modern ini juga akan dibuat Kampung Ternak Edukasi dengan menawarkan wisata edukasi domba. Mulai dari perawatan, cara penggemukan, hingga sampai pemasaran. Tidak hanya domba, juga ada edukasi sapi, merak, dan juga kuda.

“Ini sebagai nilai tawar kita. Karena di Bondowoso ini tidak ada potensi laut, seperti yang dimiliki tetangga kita. Jadi, nilai tawar inilah yang akan kami kembangkan ke depannya,” ujarnya. (*)

Reporter   : Yakin/mg1

Fotografer : Yakin/mg1

Reporter :

Fotografer :

Editor : Narto