Mirza Nyaleg Nasdem, Dilaporkan Salahi Aturan KPU

Mirza Rahmulyono Manajer Persid

RADARJEMBER.ID- Jalan Mirza Rahmulyono Manajer Persid untuk serius masuk ke dunia politik tak mulus. Saat namanya resmi tercatat sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), ada pihak yang menggoyangnya. Dia dianggap tak memenuhi syarat sebagai caleg dan dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum.

IKLAN

Hal ini bermula dari laporan salah satu warga ke KPU belum lama ini. Mirza yang terdaftar sebagai caleg Nasdem di dapil 5 nomor urut dua dilaporkan masih menjadi pengurus Partai Gerindra. Bahkan, dalam SK kepengurusan DPC Gerindra Jember, Mirza tercatat sebagai wakil sekretaris.

Dalam surat tersebut, pelapor meminta kepada KPU Jember untuk mencoret nama Mirza dari caleg Nasdem. Mirza dianggap sudah menyalahi peraturan KPU.

Komisioner KPU Jember Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat Ahmad Hanafi mengakui adanya laporan yang masuk kepada pihaknya terkait dengan Mirza. “Kami sudah menerima surat pengaduan dari masyarakat, perihal bacaleg DPRD Kabupaten Jember dari Partai Nasdem dapil 5 atas nama Mirza Rahmulyono,” terang Hanafi.

Dia mengakui jika Mirza dilaporkan karena diduga masih tercatat sebagai pengurus DPC Partai Gerindra Jember. Dengan adanya laporan tersebut, lanjut Hanafi, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali terhadap kebenaran informasi tersebut. “Kami memang masih belum melakukan verifikasi data, tentang susunan pengurus parpol,” terang Hanafi.

Termasuk untuk dilakukan pengecekan kembali terhadap semua berkas persyaratan yang sudah dilampirkan oleh partai politik dalam proses pendaftaran kemarin. Dia mengakui, pengecekan yang dilakukan termasuk partai politik yang bersangkutan. Pasalnya, sejauh ini pihaknya hanya mendapatkan laporan dari masyarakat.

Misalkan memang pernah menjadi pengurus partai lain, apakah pihak yang mendaftar caleg ini sudah mengundurkan diri atau belum. “Pastinya akan kami cek perihal surat pengunduran dirinya, apakah sudah ada atau belum,” terang Hanafi. Bahkan, jika memang nantinya diperlukan, pihaknya juga akan mengundang para pihak tersebut untuk melakukan klarifikasi.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik laporan dari masyarakat ini dan akan ditindaklanjuti. Dirinya mengatakan, biasanya sesuai dengan aturan yang berlaku, maka tindak lanjut atas pengaduan tersebut diputuskan melalui rapat pleno. Dengan adanya informasi tersebut, akan diputuskan melalui rapat pleno penetapan daftar calon tetap (DCT), pada 20 September mendatang.

“Nanti akan ada rapat pleno. Jika terbukti melanggar, akan dicoret dan tidak dimasukkan ke dalam DCT,” tegasnya menambahkan. Karena memang ini ruang bagi masyarakat untuk menanggapi bakal calon legislatif yang masuk dalam daftar calon sementara, maka pihaknya akan terus menerima masukan lainnya dari masyarakat.

Sementara itu, Mirza Rahmulyono saat dikonfirmasi secara terpisah menanggapi santai laporan itu. Dia menceritakan, memang pada 2014 hendak nyaleg di Partai Gerindra, namun tidak ada tindak lanjut. “Tetapi, saya tidak tahu jika di Gerindra masuk dalam kepengurusan,” jelas Mirza, kemarin.

Bahkan, saat terbentuknya kepengurusan itu, dia juga tidak tahu-menahu, karena hingga kemarin dia tidak memiliki KTA Gerindra. Oleh karena itu, saat pencalegan kemarin, dia hendak ke Partai Demokrat. Tetapi, kemudian dirinya memantapkan diri untuk mendaftar di Partai Nasdem. Dia menolak berkomentar lebih jauh dan menyerahkan mekanismenya kepada KPU Kabupaten Jember.

Reporter : Rangga Mahardika
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :