Tips Merawat Mukena agar Tidak Apek dan Lembap

Lakukan perawatan mukena yang tepat agar tidak apek dan lembap saat digunakan untuk beribadah sehari-hari.

Salah satu perlengkapan ibadah yang perlu dirawat secara rutin adalah mukena. Meski hanya digunakan untuk salat, mukena sering lembap terkena air wudhu. Nah, kalau pencuciannya tidak tepat, mukena yang kamu pakai akan berbau apak, bahkan mungkin berjamur.

IKLAN

Tentunya tidak nyaman kalau menggunakan mukena yang lembap dan berbau tidak sedap. Oleh karena itu, lakukan beberapa tips berikut untuk menjaga mukena agar tetap bersih, harum, dan nyaman digunakan.

  1. Pisahkan Mukena dengan Rendaman Pakaian Lain

Tahap pertama untuk mencuci mukena sama seperti mencuci pakaian lainnya. Saat merendam mukena, sebaiknya dipisahkan dari pakaian lainnya. Perhatikan juga air yang dipakai untuk merendam mukena. Pastikan air rendamannya cukup banyak untuk merendam mukena secara menyeluruh, terutama untuk bahan mukena yang cukup tebal.

Penggunaan air PDAM lebih disarankan daripada penggunaan air tanah atau air sumur yang biasanya berbau. Bicara soal air PDAM, kamu bisa bayar pdam online di Traveloka, loh. Jadi, kamu tidak perlu khawatir saluran air diputus karena kamu terlambat membayar.

  1. Lakukan Pencucian Secara Teratur

Selain menggunakan air yang tidak berbau, kamu juga harus melakukan pencucian yang teratur. Setidaknya lakukan pencucian setiap dua minggu sekali. Pastikan juga kamu mencuci mukena dengan bersih sempurna. Jika ada noda yang menempel, kucek perlahan dengan menggunakan tangan, lalu rendam setidaknya 15 menit.

  1. Rendam Mukena dengan Softener

Jika sudah direndam dan dikucek nodanya, rendam mukena di dalam softener agar lebih harum dan lembut. Kamu tidak perlu merendam mukena terlalu lama. Semakin lama merendam mukena tidak akan membuat mukena semakin harum kok. Jadi, cukup rendam mukena selama 10-15 menit untuk mendapatkan hasil yang optimal.

  1. Hindari Sinar Matahari Langsung

Nah, saat menjemur merupakan tahap yang perlu diperhatikan dengan baik. Hindari menjemur mukena di bawah matahari langsung. Cukup simpan mukena di tempat yang panas, tetapi tidak terkena sinar matahari.

Sinar matahari yang terlalu terik memang bisa membuat mukena lebih cepat kering, tapi mukena yang sudah kering tidak akan beraroma harum. Selain itu, warna mukena yang dijemur di bawah sinar matahari langsung juga akan lebih cepat pudar. Meski tidak terkena matahari langsung, pastikan mukena sudah kering sempurna sebelum diambil dan dilipat ya.

  1. Setrika Mukena dengan Suhu Rendah

Agar lebih nyaman digunakan, setrika mukena yang sudah kering dengan suhu rendah. Setelah itu, lipat dan simpan di lemari yang kering dan tidak lembap. Mukena yang sudah disetrika akan lebih rapi dan awet saat disimpan. Saat kamu mengambilnya untuk dipakai beribadah, akan tetap terasa nyaman dan tidak meninggalkan bau tak sedap.

Nah, kamu bisa mulai mengintrospeksi cara mencuci mukena kamu selama ini. Jika ada tahap yang terlewatkan, mulailah untuk mencobanya agar bisa membuat mukena lebih awet dan nyaman selama dipakai.

Reporter :

Fotografer :

Editor :